Tree species composition of 1.8 ha plot sambojaresearch forest: 28 years after initial fire
KOMPOSISI JENIS POHON PADA PETAK SELUAS 1,8 HA DI HUTAN PENELITIAN SAMBOJA:
28 TAHUN SETELAH KEBAKARAN PERTAMA. Kebakaran hutan berulang berdampak besar terhadap
komposisi jenis pohon. Perencanaan restorasi hutan memerlukan informasi mengenai komposisi jenis yang beregenerasi secara
alami pada hutan bekas terbakar. Tulisan ini mempelajari jenis yang beregenerasi secara alami, proses regenerasi yang
terjadi setelah kebakaran berulang, dan rekomendasi untuk implementasi restorasi pada hutan yang sedang beregenerasi.
Pengamatan ulang terhadap petak permanen di KHDTK Samboja, Kalimantan Timur dilakukan tahun 2011. Semua
pohon berdiameter di atas 10 cm pada sub-petak 10 m x 10 m dicatat, diukur DBH, dipetakan posisi koordinatnya dan
diambil contoh daun untuk identifikasi tingkat jenis. Komposisi taksa, Indeks Nilai Penting dan indeks persebaran jenis
dihitung. Karakter jenis berdasarkan responnya terhadap cahaya diidentifikasi. Dua puluh delapan tahun setelah kebakaran
pertama, 191 jenis beregenerasi pada hutan bekas terbakar. Macaranga gigantea, jenis pionir tergantung pada cahaya,
famili Euphorbiaceae merupakan jenis paling dominan diikuti Vernonia arborea dari Asteraceae. Kedua jenis tersebut
memiliki pola sebaran mengelompok. Delapan jenis diidentifikasi mampu bertahan dari kebakaran yaitu: Anthocephalus
chinensis, Dipterocarpus cornutus, Diospyros borneensis, Eusideroxylon zwageri, Shorea ovalis, Syzygium
borneensis, Pholidocarpus majadum dan Vatica umbonata yang semuanya menyebar secara seragam. Dominasi jenis
pionir yang beregenerasi setelah kebakaran dan regenerasi spesies yang mampu bertahan dari kebakaran menunjukkan bahwa kondisi hutan berada pada tahap awal suksesi. Perlindungan hutan, pemeliharaan permudaan alami, dan pemantauan spesies
dominan merupakan kegiatan yang dianjurkan dalam restorasi ekologi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain