Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Berkelanjutan DAS Ciliwung Hulu Kabupaten Bogor (Policy Development of Sustainable Watershed Management of Upper Ciliwung, Bogor Regency)
It is estimated that 13% or 62 of 470 watersheds in Indonesia are in critical condition, although soil and water conservation in watershed management has long been implemented. Ciliwung is one of the critical watershed. This research was conducted in the upper Ciliwung watershed, Bogor Regency. The purpose of this research were (1) to determine the sustainability index of upper Ciliwung watershed management, (2) to identify important factors that determine the sustainability index of upper Ciliwung, and (3) formulating development policies for upper Ciliwung sustainable watershed management. Multidimensional scaling (MDS) analysis is used to assess the sustainability index of watershed management. Analysis of leverage is used to determine the important factors. Prospective analysis was used to formulate the development of sustainable watershed management policy. The results showed that the status of watershed management of upper Ciliwung was less sustainable. The strategy of watershed management policy should be developed through performance improvement intervention scenarios covering the key factors : (1) coordination capacity of government agencies, (2) utilization of tourist services, (3) farmers' income from non-agricultural activities, (4) extension activities of agriculture and forestry development, and (5) avoid inapropriate landuse conversion.
Diperkirakan 13% atau 62 DAS dari 470 DAS di Indonesia berada dalam kondisi kritis, meskipun upaya konservasi tanah dan air dalam pegelolaan DAS telah diimplementasikan. DAS Ciliwung merupakan salah satu DAS kririts tersebut. Penelitian ini dilakukan di DAS Ciliwung Hulu, Kabupaten Bogor, ditujukan untuk (1) menentukan indeks keberlanjutan pengelolaan DAS Ciliwung Hulu, (2) mengetahui faktor-faktor penting yang menentukan tingkat keberlanjutan DAS Ciliwung Hulu, dan (3) memformulasikan pengembangan kebijakan pengelolaan berkelanjutan DAS Ciliwung Hulu. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Multidimensional Scaling (MDS) untuk memperoleh nilai indeks keberlanjutan pengelolaan DAS. Analisis leverage digunakan untuk menentukan faktor-faktor pengungkit dalam pengelolaan DAS Ciliwung Hulu. Formulasi pengembangan kebijakan pengelolaan berkelanjutan digunakan analisis prospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan DAS Ciliwung Hulu kurang berkelanjutan. Faktor kunci dalam pengelolaan berkelanjutan DAS Ciliwung Hulu adalah (1) kapasitas koordinasi instansi pemerintah, (2) pemanfaatan kegiatan jasa wisata, (3) alternatif pendapatan petani dari kegiatan non-pertanian, (4) kegiatan penyuluhan pertanian dan kehutanan, dan (5) perubahan penggunaan lahan menjadi lahan terbangun. Strategi pengembangan kebijakan pengelolaan berkelanjutan perlu dilakukan melalui intervensi peningkatan kinerja kelima faktor kunci tersebut secara terpadu dalam pengelolaan DAS Ciliwung Hulu.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain