Analisis kerentanan tanah longsor sebagai dasar mitigasi di kabupaten banjarnegara (vulnerability analysis as a basic for landslide mitigation in banjarnegara regency)
Bencana tanah longsor merupakan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerentanan tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang dilakukan adalah survey dan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode kerentanan longsor dengan parameter: faktor alami dan manajemen. Analisis yang digunakan adalah overlay dari parameter yang telah ditentukan dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan kelas kerentanan: 1) tidak rentan seluas 44,88 ha (0,04%), 2) sedikit rentan 7.800,84 ha (7,29%), 3) agak rentan 88.505,80 ha (82,74%), 4) rentan 10.423,32 ha (9,74%), dan 5) sangat rentan 196,16 ha (0,18%). Parameter yang dominan untuk tanah longsor di Banjarnegara adalah hujan, geologi dan kedalaman regolith. Upaya mitigasi yang dapat diterapkan pada wilayah yang dikategorikan rentan longsor ini adalah berbasis kemandirian masyarakat melalui pembentukan desa tangguh bencana, yaitu desa yang tanggap dan dapat meminimalkan risiko bencana melalui adaptasi atau penyesuaian diri terhadap lingkungan yang rentan terhadap bencana secara mandiri oleh masyarakat adalah peningkatan kewaspadaan saat musim hujan dan tindakan penutupan rekahan di permukaan tanah, serta konservasi tanah (stabilisasi dan perlindungan lereng). tanah longsor. Beberapa hal yang harus dilakukan
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain