PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS AGROFORESTRI KAYU BAWANG DI PROVINSI BENGKULU
ABSTRAK
Pengembangan kayu bawang dalam bentuk hutan rakyat telah berkembang di Provinsi Bengkulu. Pola penanaman yang dilakukan pada umumnya adalah bentuk agroforestri dengan pengelolaan yang beragam sehingga pertumbuhan dan produktivitas yang diperoleh juga beragam. Untuk memperoleh hasil yang optimal dan pengelolaan yang lestari, maka perlu dilakukan penilaian pertumbuhan dan produktivitas pada setiap bentuk agroforestri yang sedang berkembang. Hasil penilaian menunjukkan bahwa produktivitas hutan rakyat pada pola
monokultur adalah 22,03 m3/ha/tahun, sedangkan pada pola agroforestri masing-masing
adalah 14,66 m3/ha/tahun, 13,15 m3/ha/tahun, 12,83 m3/ha/tahun, dan 14,17 m3/ha/tahun
masing-masing pada pola tumpangsari, agroforestri kayu bawang + kopi, kayu bawang + kakao, dan kayu bawang + sawit. Walaupun pada pola agroforestri, hasil kayu yang diperoleh lebih kecil, namun pola ini tidak merugikan petani karena dapat memberi hasil yang rutin, berupa hasil tanaman semusim seperti empon-emponan, ubi kayu, ataun hasil tanaman perkebunan seperti kopi, kakao, dan sawit.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain