POTENSI RAGAM PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU EKOSISTEM MANGROVE DI DESA AIR BANUA1
ABSTRAK
Ekosistem hutan mangrove memiliki fungsi ekologis, ekonomis dan sosial yang penting dalam pembangunan, khususnya di wilayah pesisir. Ekosistem ini mensuplai rantai makanan biota laut. Namun ekosistem ini terganggu dengan adanya praktek pemanfaatan kawasan mangrove hingga mengubah fungsinya, sehingga diperlukan peringatan tegas terhadap kegiatan tersebut. Salah satu potensi hutan mangrove yang cukup penting di Sulawesi Utara terletak di Pulau Talise. Penelitian bertujuan untuk memberikan data potensi mangrove di Desa Air Banua Pulau Talise dan ragam potensi pemanfaatan mangrove hasil hutan bukan kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kawasan hutan mangrove terdapat 5 (lima) jenis dengan urutan dominasi tertinggi Brugueira gymnorriza, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, Avecennia spp dan Rhizophora apiculata. Produksi buah paling tinggi adalah R. mucronata mencapai 3.210 bh/ha/th. Ragam potensi pemanfaatan baik dari bunga, buah, daun maupun kulit mangrove antara lain : sebagai tepung roti dan produk olahannya, pengganti beras, aneka produk camilan seperti emping, dodol, permen, lempok, wajik, aneka minuman jus, cocktail. Sebagai bahan obat-obatan dapat digunakan sebagai obat rematik, cacar, borok, aphrodiasiac, diuretic, hepatitis, leprosy, anti tumor, beri-beri, febrifuge, hematuria dan penghenti pendarahan. Pemanfaatan untuk bahan baku industri sebagai sol dan pembuatan sabun cair. Fungsi hutan mangrove secara ekologis adalah sebagai peredam ombak, mampu menjaga kestabilan tebing sungai dan pantai, serta sebagai sumber pakan ternak dan satwa.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain