KARAKTERISTIK DAN PEMANFAATAN LAHAN SULFAT MASAMYANG DIKELOLA DENGAN POLA AGROSILVOFISHERY DI SUMATERA SELATAN
Lahan sulfat masam merupakan salah satu tipologi lahan yang memiliki sebaran luas di Sumatera Selatan. Lahan tersebut dikenal memiliki banyak kendala untuk pemanfaatannya karena adanya lapisan pirit (FeS2) yang apabila teroksidasi menghasilkan asam sulfat sehingga lahan bereaksi sangat masam (pH < 3,5) dan bersifat toksik untuk sebagian besar flora dan fauna air, terutama ikan. Secara alami lahan sulfat masam didominasi oleh hutan gelam dan pada awal tahun 2000 mulai banyak dikonversi untuk hutan anaman industri dan perkebunan kelapa sawit. Karakteristik lahan sulfat masam yang bersifat toksik dapat dirumah menjadi lahan yang lebih produktif melalui pola agrosilvosihery (wana mina tani). Indikator perbaikan karakteristik lahan terlihat dari peningkatan pH tanah yang semula 3,0 menjadi 5,3, peningkatan pH air yang semula 3,0 menjadi 5,6 dan penurunan nilai kekerasan tanah (soil
hardness) dari 2,9 kg/cm2 menjadi 0,4 kg/cm.2 Perubahan karakteristik lahan ini akan terjadi
seriring dengan makin lamanya pengelolaan lahan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain