Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Agroforestry Pada Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Borisallo (Development of Agroforestry at Forest Area for Special Purpose Borisallo for Increasing Community Income)
Forest Area for Special Pur pose Borisallo (KHDTK Borisallo) is one KHDTK managed by the Forestry Research Institute of Makassar (BPK Makassar). Communities around KHDTK Borisallo been been using land under Eucalyptus stands by planting cocoa and coffee agroforestry models. The objective of the research was to determine the agrodorestry models under the stands of Eucalyptus that can increase incomes. While the usefulness of this research is the consideration for BPK Makassar as manager in an effort to increase the income of communities around KHDTK. The research was conducted at KHDTK Borisallo, lokated in Bontoparang Village, Parangloe District, Gowa Regency in April-December 2005. The method used in this research was qualitative and quantitative descriptive. The results showed that the biophysical conditions (density and canopy closure Eucalyptus, soil fertility) in KHDTK Borisallo quite suitable for growing cocoa and coffee crops. The combination of 70% cocoa and 30% coffee crops provide higher revenue when compared with the combination of 50% cocoa and 50% of coffee crops. = Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Borisallo merupakan salah satu KHDTK yang dikelola oleh Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Makassar. Masyarakat sekitar KHDTK Borisallo selama ini memanfaatkan lahan dibawah tegakan Eucalyptus dengan menanam tanaman coklat dan kopi dengan model agroforestry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model agroforestry di bawah tegakan Eucalyptus yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Sedangkan kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai bahan pertimbangan bagi BPK Makassar selaku pengelola KHDTK dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Penelitian ini dilaksanakan pada Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Borisallo yang terletak di Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa pada bulan April - Desember 2005. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi biofisik (kerapatan dan penutupan tajuk Eucalyptus, kesuburan tanah) di KHDTK Borisallo cukup sesuai untuk tanaman coklat dan tanaman kopi. Kombinasi 70% tanaman coklat dan kopi 30% memberikan pendapatan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kombinasi 50% tanaman coklat dan 50% tanaman kopi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain