Seleksi dan perolehan genetik pada kebun benih semai generasi ketiga acacia mangium Selection and genetic gain in third-generation seedling seed orchard of acacia mangium
Salah satu tujuan dari pembangunan kebun benih semai adalah untuk memproduksi benih unggul. Besarnya perolehan genetik dari benih unggul yang dihasilkan di kebun benih ditentukan oleh serangkaian kegiatan seleksi meliputi seleksi di dalam famili dan seleksi antar famili. Perolehan genetik juga dicapai melalui akumulasi peningkatan perolehan genetik pada beberapa generasi siklus pemuliaan. Dalam penelitian ini besarnya perolehan genetik dihitung pada kebun benih semai generasi ketiga Acacia mangium berdasarkan data setelah penjarangan seleksi dalam plot pertama menggunakan metode indek seleksi retrospektif (retrospective selection index). Kebun benih dibangun di Wonogiri, Jawa Tengah dengan rancangan percobaan acak lengkap berblok, 65 famili, 6 replikasi, 4 pohon per plot dan jarak tanam 4 m x 2 m. Penjarangan seleksi dalam plot pertama dilaksanakan secara subyektif berdasarkan kenampakan fenotipik tanaman pada umur 40 bulan setelah tanam. Prediksi perolehan genetik dihitung berdasarkan data pengukuran umur 24 bulan setelah tanam dengan variabel berupa tinggi tanaman, diameter setinggi dada (dbh) dan kelurusan batang. Perolehan genetik dihitung menggunakan indek seleksi multi sifat dimana koefisien bobot masing-masing sifat diturunkan dari nilai diferensial seleksi hasil seleksi dalam plot. Hasil studi menunjukkan bahwa seleksi dalam plot pertama di kebun benih A. mangium lebih diprioritaskan pada sifat dbh tanaman dibandingkan sifat tinggi dan kelurusan batang dengan prediksi perolehan genetik relatif sebesar 6% pada sifat dbh dan 3% baik pada tinggi maupun kelurusan batang. Dengan menggunakan koefisien bobot hasil seleksi dalam plot, perolehan genetik seleksi famili menunjukkan nilai yang lebih rendah, yaitu berkisar 3% untuk dbh dan 2% baik untuk tinggi maupun kelurusan batang.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain