Keragaman Genetik dan Hubungan Kekerabatan pada Tiga Jenis Aquilaria Menggunakan Penanda Rapd, Genetic Diversity and Genetic Relationship of Three Aquilaria Species Using RAPD Markers
Gaharu is an important species of non wood forest product of Aquilaria spp with high economic value. The natural stand has been exploited very intensive. The aim of the study were to investigate level of genetic diversity within and between population, and genetic relationship among 3 species of Aquilaria (namely A. malaccensis, A. beccariana and A. microcarpa) in order to provide genetic information for developing conservation strategy of the species. Samples were collected from 7 populations and analyzed using 26 RAPD primers. Total of 84 polymorpic loci have been obtained from these primers. Mean of genetic diversity within population was 0.225 and between population was 0.284. The highest genetic diversity within population indicated by A. malaccensis Muara Bungo population. A. malaccensis Berau population has the lowest genetic diversity. The highest genetic distance between populations was between A. microcarpa Samboja and A. beccariana Berau. In contrast, genetic distance between A. microcarpa Berau and A. malaccensis Berau was the lowest (0.017). Based on cluster analysis, the seven populations were divided into 2 groups. The first group consisted of 2 populations of A. malaccensis from Jambi and A. beccariana. The other group consisted of 4 populations of A. malaccensis and A. microcarpa from Kalimantan.
= Gaharu merupakan salah satu komoditi hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang dihasilkan oleh jenis-jenis Aquilaria spp dan bemilai ekonomi tinggi. Jenis ini telah mengalami eksploitasi yang intensif sehingga keberadaannya di alam cukup mengkawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keragaman genetik di dalam dan antar populasi serta untuk mengetahui hubungan kekerabatan antar populasi 3 jenis Aquilaria (yaitu A. malaccensis, A. beccariana dan A. microcarpa) dalam rangka membantu penyusunan strategi konservasi genetik jenis-jenis tersebut. Sampel daun dikumpulkan dari 7 populasi dan dianalisis menggunakan 26 primer RAPD. Total 84 lokus polimorfik dihasilkan dari 26 primer tersebut dengan total pita yang teramplifikasi berukuran antara 220-950 pb. Rata-rata keragaman genetik dalam populasi sebesar 0,225, sedangkan keragaman antar populasi adalah 0,284. Keragaman genetik di dalam populasi tertinggi terdapat pada populasi A. malaccensis Muara Bungo (Jambi), sedangkan nilai keragaman terendah terdapat pada populasi A. malaccensis asal Berau. Jarak genetik antar populasi, tertinggi adalah 0,494 yaitu antara populasi A. microcarpa (Samboja) dengan populasi A. beccariana (Berau). Sebaliknya jarak genetik terendah adalah 0,017, antara populasi A. microcarpa (Berau) dengan A. malacensis (Berau). Berdasarkan hasil analisis hubungan kekerabatan, 7 populasi terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri dari populasi A. malacensis dari Jambi ditambah A. beccariana, sedangkan kelompok kedua terdiri dari populasi A. malaccensis dan A. microcarpa yang berasal dari Kalimantan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain