Pertumbuhan dan Mutu Fisik Bibit Merawan (Hopea Odorata Roxb.) Asal Sistem KOFFCO Di Polybag dan Potray = Growth and Physical Quality of Merawan (Hopea Odorata Roxb.) Seedling From KOFFCO System on Playbag and Potrays
ABSTRACT. The objective of this research is to find out the growth and physical quality of Hopea odorata Roxb. seedlings from KOFFCO system grown on polybag and potrays. Growth observation and physical quality assessment were done to Hopea odorata Roxb. seedlings at six months old placed on polybag (500 cm3 of volume) and potrays (cubical potray: 400 cm3 of volume and cylindrical potray: 350 cm3 of volume). Observation and assessment were done to three seedling sample of each container item which selected through simple randomized sampling method. The result showed that shoot diameter of seedlings on polybag (seedling A) were significantly (p<0.05) better than seedling on cubical and cylindrical potrays (seedling B and C). Referring to biomass growth, seedling A 29% faster than seedling B and C. On the other hand, seedling A physical quality was better than B and C. At six months old, seedling A was ready to be planted with height of 21.59 cm, shoot/root ratio was 2.2, and seedling quality index was 0.46.
Key Words : Seedling, height, shoot/root ratio and seedling quality index.
ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan mutu fisik bibit (Hopea odorata Roxb.) asal sistem KOFFCO pada polibag dan potray. Penelitian dilakukan melalui pengamatan parameter pertumbuhan dan penilaian mutu fisik bibit merawan asal KOFFCO sistem berumur enam bulan setelah sapih (6 BSS) yang ditumbuhkan pada polibag (volume 500 cm3) dan potray (potray kotak volume 400 cm3 dan potray bulat volume 350 cm3). Pengamatan dan penilaian tersebut dilakukan terhadap 10 sampel bibit pada tiap macam wadah yang dipilih secara sampling menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter tunas bibit di polibag (A) secara nyata (p<0,05) lebih baik dibandingkan bibit di potray kotak (B) dan bulat (C). Berdasarkan pertumbuhan biomassanya (berat kering total), laju pertumbuhan A lebih cepat 0,29 kali dibandingkan B dan C. Sementara itu nilai kualitas fisik bibit menunjukkan bahwa bibit A lebih baik dibandingkan bibit B dan C, walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (p<0,05). Pada umur 6 BSS, bibit A sudah siap tanam karena mempunyai tinggi lebih dari 20 cm (21,59 cm), rasio pucuk akar ada pada kisaran 2-5 (2,1) dan indeks mutu bibit lebih dari 0,09 (0,46).
Kata Kunci : Bibit, tinggi, rasio pucuk akar dan indeks mutu bibit.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain