POTENSI FUNGI SIMBIOTIK (EKTOMIKORIZA) PADA TEGAKAN BENIH DIPTEROCARPACEAE PT INHUTANI I LABANAN BERAU DAN PT NARKATA RIMBA KECAMATAN MUARA WAHAUDI KALIMANTAN TIMUR
ABSTRAK
Penelitian keanekaragaman jenis fungi mikro dilaksanakan di dua HPH yaitu tegakan benih Dipterocarpaceae PT Inhutani I Labanan Berau dan PT Narkata Rimba Kec. Muara Wahau di Kalimantan Timur. Penelitian ini dilaksanakan selama 10 bulan, mulai Maret s/d Desember 2010. Metode yang digunakan untuk eksplorasi potensi fungi adalah metode jalur (transect methode) dengan lebar 20 meter (10 meter kiri dan 10 meter kanan dari garis sumbu) dengan intensitas sampling 10% dan hasil yang diperoleh rata-rata perlokasi 27 jenis dengan 259 individu, terdiri dari fungi ektomikoriza (ECM) sebesar 17,36% dan Non-Simbiotik sebesar 82,64. Fungi mikro yang umum dijumpai pada kedua lokasi penelitian, adalah Polyporus spp., Pleurotus spp., Marasmeillus spp., Stereum spp., Russula spp., Ganoderma spp., Collybia spp., Auricularia spp., Xerocomus spp., Cortinarius spp. dan Clytocibe spp. Indeks kekayaan jenis (R) pada kedua lokasi penelitian diperoleh rata-rata 1,5211. Indeks keragaman jenis (H’) diperoleh rata-rata pada kedua lokasi adalah 0,6535 dengan variasi keragaman jenis (var) H’ rata-rata 0,0314. Keragaman maksimum (H’maks) diperoleh rata-rata pada kedua lokasi adalah 4,7281. Indeks kemerataan jenis (E) diperoleh rata-rata pada kedua lokasi adalah 0,1377. Hasil uji tingkat kehadiran jumlah individu fungi pada kedua lokasi menunjukan tidak berbeda nyata dan nilai indeks kesamaan Morisita Horm (CmH) diperoleh sebesar 0,9999% atau mendekati 1% yang mengidentifikasikan bahwa fungi tersebar merata pada kedua plot penelitian.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain