RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KENANGA (Cananga odorata (Lamk) Hook.f. & Thomson forma macrophylla) PADA BERBAGAI INTENSITAS CAHAYA, PENGGUNAAN INANG PRIMER KRIMINIL DAN JENIS MEDIA
ABSTRAK
Indonesia merupakan negara pemasok/penghasil minyak kenanga terbesar di dunia. Setiap tahun Indonesia mengekspor minyak kenanga ke pasar dunia sebanyak 50 ton. Ekspor sejumlah
50 ton ini diperoleh dari pengumpulan minyak kenanga dari berbagai daerah kecil di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan dewasa ini di Indonesia tanaman kenanga belum dikembangkan secara intensif karena terkendala oleh masalah terbatasnya informasi mengenai teknik pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan berbagai intensitas cahaya, inang primer kriminil dan jenis media bagi pertumbuhan bibit kenanga di persemaian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak-Petak Terbagi (Split Split Plot Design). Petak utama terdiri dari 3 tingkat intensitas cahaya (100%, 45% dan 25%), anak petak berupa penggunaan 3 taraf inang primer kriminil (0, 1 dan 2 batang), dan anak-anak petak terdiri dari 3 taraf jenis media (media tanah; media campuran tanah dan sekam padi; serta media campuran tanah, sekam padi dan cocopeat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intensitas cahaya 25% merupakan perlakuan yang paling baik untuk meningkatkan pertambahan tinggi dan Bobot Kering Total (BKT) bibit kenanga. Penggunaan inang primer kriminil tidak efektif dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kenanga. Jenis media campuran tanah dan sekam padi merupakan jenis media yang paling baik digunakan untuk meningkatkan pertambahan tinggi, diameter, dan Bobot Kering Total (BKT) bibit kenanga.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain