Tradisi dan religi sebagai upaya konservasi mata air masyarakat perdesaan: studi kasus masyarakat kecamatan Girimulyo, kabupaten Kulon Progo (Tradition and religion as means of the rural community in spring conservation: a case study of Girimulyo distric,
Tradisi dan religi melekat erat di dalam interaksi masyarakat perdesaan yang terwujud dalam budaya. Konsep ini diterapkan dalam kegiatan konservasi mata air di kawasan perdesaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menunjukkan peran tradisi dan religi terhadap pemanfaatan potensi mata air berbasis konservasi oleh masyarakat di perdesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik memperoleh data dengan survei lapangan dan wawancara. Survei lapangan dilakukan untuk mengukur debit mata air. Wawancara dilakukan secara random sampling dengan pertimbangan keseragaman karakteristik sosial masyarakat perdesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi dan religi diwujudkan dalam budaya bersih mata air (nguras sumber) dan syukuran (slametan) oleh masyarakat setempat dengan dipimpin juru kunci terbukti mampu menjaga keberlanjutan potensi mata air secara kuantitas dan kualitas. Pemanfaatan sumberdaya air digunakan untuk pemenuhan kebutuhan domestik, pariwisata, pertanian, dan peternakan sudah mencukupi pada musim kemarau dan penghujan, bahkan berlebih pada musim penghujan. Budaya bersih mata air dan syukuran dapat dipertahankan sebagai salah satu bentuk konservasi mata air.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain