Pengendalian cendawan uromycladium tepperianumpada bibit sengon (falcataria moluccana (miq.) barneby & j.w. grimes)di persemaian(The control of fungus uromycladium tepperianum on seedling of sengon(Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W.Grimes) in a nu
Sengon (Falcataria moluccana Miq. Barneby & J.W. Grimes) merupakan salah satu jenis tanaman penghasil
kayu yang bernilai ekonomi tinggi. Saat ini terjadi penurunan produktivitas karena adanya serangan hama dan
penyakit yang salah satunya disebabkan oleh cendawan Uromycladium tepperianum (Sace.) McAlp.
Pengendalian penyakit karat puru pada tingkat bibit penting dilakukan, karena stadia pembibitan atau tanaman
muda merupakan stadia yang paling rentan/mudah kena penyakit karat puru. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui efektifitas jenis pengendali dalam menekan serangan cendawan U. tepperianum dan pengaruhnya
terhadap pertumbuhan bibit sengon Penelitian menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima
perlakuan jenis pengendali penyakit karat puru yaitu kontrol (tanpa pemberian pengendali); pupuk hayati
berupa Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) (5 g/1 l air), biofungisida (5 g/1 l air); fungisida kimiawi
(2 g/1 l air); dan boron (300 ppm). Setiap perlakuan terdiri dari 20 bibit yang diulang 4 kali. Respon yang diamati
adalah jumlah spora cendawan, diameter dan tinggi bibit. Selain itu dihitung efektifitas jenis pengendali. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa setelah 2 minggu dari infeksi cendawan, perubahan pertumbuhan bibit tertinggi
dihasilkan bibit yang diberi perlakuan fungisida (0,53 cm), sedangkan yang terendah ditunjukkan bibit yang
diberi perlakuan fungisida hayati (0,32 cm). Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), fungisida hayati,
fungisida kimiawi dan unsur hara boron belum cukup efektif menekan serangan cendawan U. tepperianum serta
meningkatkan pertumbuhan diameter dan tinggi bibit sengon setelah minggu ke-4 dari infeksi cendawan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain