PENGUKURAN CADANGAN KARBON DI ATAS PERMUKAAN TANAH PADA HUTAN GAMBUT SEKUNDER BEKAS TERBAKAR(Studi Kasus di Desa Kedaton, Kecamatan Kayu Agung,Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan)
ABSTRAK
Ekosistem lahan gambut berperan sangat penting dalam skala global, baik dari aspek ekologis, sosial maupun perekonomian masyarakat, kare- na dapat menyediakan hasil hutan berupa kayu dan non kayu, menyimpan dan mensuplai air, serta menyimpan karbon. Penelitian ini bertujuan mengukur cadangan karbon pada lahan gambut sekunder bekas terbakar
8 tahun yang lalu, dilakukan pada April-November 2012, di Desa Kedaton, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Metode yang digunakan yaitu pengukuran lapangan (field mea- surement) dengan teknik sampling stratified random sampling yaitu de- ngan membuat plot-plot dengan berbagai ukuran pada tempat yang ber- beda setelah distratifikasi. Ukuran plot terbesar adalah 20x20 m (untuk tingkat pohon, pohon mati dan kayu mati), ukuran 10x10 m untuk tingkat tiang, 5x5 m untuk tingkat pancang dan 2x2 m untuk tumbuhan bawah dan serasah. Pada setiap plot diukur diameter dan tinggi pohon dan pada setiap plot diambil 3 pohon untuk dijadikan sampel batang sepanjang 5 cm untuk diukur berat basah, berat kering diukur di laboratorium tanah. Jumlah berat total serasah dan tumbuhan bawah diukur pada plot 2x2 m, selanjutnya masing-masing diambil sampelnya sebanyak 300 gram untuk dihitung berat keringnya. Alat yang digunakan: alat pengukur diameter pohon, alat pengukur panjang, alat pengukur kelerengan (clinometer), alat pengukur tinggi pohon, alat pengukur kedalaman gambut alat pengukur berat (timbangan), kompas, gergaji kecil, gunting stek, oven, dan tally sheet. Hasil yang didapatkan jumlah karbon dari berbagai simpanan karbon (carbon pool), biomassa tumbuhan menyimpan karbon dalam jumlah yang berbeda-beda jumlah karbon serasah 2,807 ton/ha, tumbuhan bawah 0,810 ton/ha dan pohon (tingkat pancang) 17,808 ton/ha. Jumlah total karbon yang tersimpan pada lahan gambut sekunder bekas terbakar 8 tahun yang lalu rata-rata sebesar 21,42 ton/ha.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain