STATUS DOMESTIKASI MERBAU (Intsia bijuga O.Ktze) DI INDONESIA1
ABSTRAK
Domestikasi diartikan sebagai sesuatu (jenis/spesies) yang semula tidak dikenal, dijadikan atau diambil dan didatangkan sehingga lebih dikenal, diambil dari sebaran alami dan ditempatkan disuatu tempat yang dijadikan sebagai tempat tinggal yang baru. Lebih sederhana domestikasi merupakan proses dimana ada proses evolusi yang dipengaruhi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia. Di Indonesia, proses domestikasi (sampai pada kegiatan pemuliaan) telah dilakukan terhadap jenis tanaman kehutanan antara lain seperti : Pinus merkusii, Acacia mangium, Eucalyptus pellita, Melaleuca cajuputy, jenis-jenis Dipterocarpaseae, Alstonia scholaris, Falcataria molucana, Araucaria cunninghamii, Toona sureni dan Intsia bijuga. Namun demikian pemuliaan jenis merbau (Intsia bijuga) belum semaju jenis-jenis yang telah disebutkan di atas. Lambatnya proses domestikasi jenis merbau dipengaruhi oleh potensinya di alam yang cukup melimpah sehingga ada ketergantunggan pemenuhan kebutuhan kayu merbau pada tegakan alam tanpa dimbangi dengan proses budidaya. Pemanenan dengan sistem disgenik selection atau yang dipanen hanya pohon – pohon yang baik sedangkan yang ditinggalkan adalah pohon-pohon yang tidak baik secara kualitas genetiknya, sehingga jika tidak segera dilakukan konservasi sumberdaya genetik dan pemuliaan merbau maka materi genetik yang bagus akan habis dipanen sebelum dilestarikan. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan penjelasan tentang status dan keberadaan jenis merbau, sejauh mana domestikasi terhadap jenis ini telah dilakukan dan strategi pengembangannya untuk menghadapi masa yang akan datang.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain