Upaya Budidaya Manon Helminthostachys Zeylanica HookDalam Rangka Melestarikan Bahan Baku Kerajinan Anyaman Di Kalimantan Timur=Cultivation of Manon (Helminthostachys zeylanica Hook ) to support Raw MaterialSupply Continuity for Woven Craft at East Borneo
The stem of Manon (Helminthostachys zehlanica Hook), a species of ferns division, is used as raw material for woven craft. Nevertheless, the cultivation of Manon has not yet been conducted by the community. This paper aimed to explore data and information about manon cultivation to support raw material supply continuity for woven craft in East Borneo. The research used compeletly randomized design in factorial, with 2 factors i.e. growing media (A) and rhizome size (B). The growing media consist of 2 levels, there are A0:top soil + sand; Ai: bokaschi + sand, meanwhile, Rhizome size (B) consist of 3 levels, there are small (Bo); medium (B1) and large (B2). Each of the treatment combination was repeated 10 times. The result showed that in the periode of two months, 1) ) the percentage of growing shoot is influenced by media treatments; 2) the growth of shoots height only influenced by rhizome size; 3) the diametre of shoots is not showed significantly influenced by the treatments; 4) the increasing of lateral shoot number more prevalent on the larger rhizomes. The percentage of growing shoot more better in bokashi media rather than in top soil media.
Manon (Helminthostachys zeylanica
Hook)
merupakan tumbuhan dari kelompok paku-pakuan yang
batangnya dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kerajinan anyaman. Namun sampai saat ini upaya budidayanya belum dilakukan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi tentang teknik budidaya manon (Helminthostachys zeylanica Hook) dalam rangka melestarikan bahan baku kerajinan anyaman di Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dalam faktorial dengan dua faktor yaitu Media (A) dan Ukuran rimpang (B); media terdiri dari 2 level yaitu A0: Top soil + Pasir; A1: Bokashi + Pasir, sedangkan faktor ukuran rimpang (B) terdiri dari 3 level yaitu ukuran kecil (B0); ukuran sedang (B1) dan ukuran besar (B2), masing-masing kombinasi perlakuan diulang 10 kali. Hasil penelitian pada periode 2 bulan menunjukkan bahwa 1) persentase tumbuh tunas dipengaruhi oleh jenis media; 2) pertumbuhan tinggi tunas hanya dipengaruhi oleh ukuran rimpang, 3) diameter tunas tidak menunjukkan perbedaan nyata di antara perlakuan, 4) pertambahan jumlah tunas lateral lebih banyak untuk ukuran rimpang besar. Pesentase tumbuh tunas lebih baik pada media bokashi dibandingkan media top soil.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain