Formulasi ragi campuran untuk produksi bioetanoldari limbah kayu sengon(Yeast mixed formulation for bioethanol productionmade from sengon wood waste)
Saat ini, bioetanol merupakan salah satu sumber Bahan Bakar Nabati (BBN) yang berpotensi
dikembangkan sebagai sumber energi alternatif baru dan terbarukan. Bioetanol dapat diperoleh dari
fermentasi limbah pertanian dan kehutanan, dengan sebelumnya melalui perlakuan pendahuluan dan
hidrolisis. Proses tersebut dapat dilakukan dengan bantuan mikroba (ragi). Untuk mendapatkan kadar
etanol yang tinggi perlu dilakukan pencarian formulasi ragi campuran untuk proses fermentasi. Tulisan
ini mempelajari formulasi ragi campuran yang efektif dari fermentasi sabetan kayu sengon untuk
menghasilkan kadar etanol yang optimal. Formulasi dilakukan dengan mencampur Aspergillus oryzae,
Saccharomyces cerevisae, Rhyzopus oryzae dan campuran bahan lainnya dengan beberapa variasi perlakuan.
Ragi komersial Sacharomyces cerevisae digunakan sebagai kontrol pembanding dengan konsentrasi 3 – 9%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragi campuran dengan konsentrasi 7% paling efektif digunakan
pada fermentasi lignoselulosa dengan hasil kadar etanol sebesar 1,569%. Kadar etanol yang dihasilkan
lebih tinggi dari kadar etanol yang dihasilkan dari fermentasi dengan ragi komersial sebesar 0,652%.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain