Kajian biaya penggantian investasi pemanfaatan lahanhutan dalam rangka pengelolaan sampah ramahlingkungan: studi kasus nambo(Study of replacement cost of investment for forest land use in the context of sustainablewaste management: nambo case study)
Tingginya ketergantungan masyarakat kepada sumber daya hutan menyebabkan kawasan hutan negara di Jawa
yang dikelola oleh Perhutani menerapkan pendekatan Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), masyarakat
penggarap menjadi anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk melakukan kegiatan tumpangsari
tanaman padi gogo dan jagung. Kawasan hutan produksi di Desa Nambo dan Lulut adalah kelas perusahaan pinus
yang menghasilkan gondorukem, terpentin, dan kayu, serta padi gogo dan jagung dari hasil tanaman tumpangsari.
Pemanfaatan lahan hutan seluas 40 ha untuk tempat pemrosesan dan pengelolaan akhir sampah (TPPAS) Regional
Nambo selama 35 tahun wajib membayar biaya penggantian investasi dikarenakan hilangnya kesempatan untuk
berinvestasi bisnis tanaman pinus dan tanaman tumpangsari yang dihitung menggunakan metode loss opportunity
of interest (LOI). Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya penggantian investasi tanaman pinus bagi Perhutani
sebesar Rp5.492.318.000 dan penggantian investasi tanaman padi gogo dan jagung bagi anggota LMDH sebesar
Rp798.947.520.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain