SIFAT FISIS MEKANIS KAYU PAKOBA DAN PENGGUNAANNYA SEBAGAI JENIS ENDEMIK LOKAL SULAWESI UTARA1
ABSTRAK
Sifat fisis mekanis kayu merupakan sifat bawaan yang secara umum mempengaruhi ketahanan alami kayu. Dengan mengetahui sifat-sifat dasar kayu maka risiko kerusakan bahan baku kayu ketika proses pengolahan dan pengiriman menjadi produk olahan dapat dihindari secara minimal. Sifat dasar tersebut juga dapat menjadi dasar penentuan kelas kuat kayu. Penelitian sifat fisis dan mekanis kayu pakoba bertujuan untuk mengidentifikasi dan melengkapi data dasar guna pengayaan informasi ilmiah secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu pakoba mengandung kadar air basah rata-rata 58,02 %, berat jenis kering udara 0,671 dan penyusutan tangensial dari basah ke kering udara 2,42 %. Rata-rata keteguhan lentur maksimum (MOR) kayu pakoba adalah
244,28 kg/cm2 dan modulus elastisitas (MOE) sebesar 26.231,33 kg/cm2. Kayu
pakoba memiliki keteguhan lentur mutlak rata-rata 26.231,33 kg/cm2, keteguhan tarik sejajar serat 408,849 kg/cm2, keteguhan tekan sejajar serat 107,13 kg/cm2, keteguhan tekan tegak lurus serat 24,65 kg/cm2, keteguhan geser sejajar serat
36,43 kg/cm2. Berdasarkan berat jenisnya Pakoba digolongkan kedalam kayu kelas kuat III dengan variasi BJ 0,602 (0,562 – 0, 747), dan diharapkan hasil ini bisa menjadi dasar peruntukkan kayu yang lebih proporsional.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain