OPTIMALISASI PENGGUNAAN SUMBERDAYA LAHAN: KASUS DAS GRINDULU, KABUPATEN PACITAN1
ABSTRAK
Salah satu indikasi ketidaktepatan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah semakin banyaknya DAS yang tergolong kritis. Kekritisan DAS salah satunya disebabkan oleh alokasi sumberdaya lahan yang tidak tepat. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengalokasian sumberdaya lahan secara optimal untuk memperoleh pendapatan maksimal dengan memperhatikan pencapaian swasembada pang an, k esejahteraan masyarakat, dan pengendalian tingkat er osi serta pencapaian kelestarian DAS/kelestarian DAS. Model pr ogram linier dipergunakan unt uk analisis alokasi o ptimal s umberdaya DAS G rindulu untuk memaksimalkan pendapatan sektor pertanian/kehutanan berbasis pemanfaatan lahan dengan memperhatikan s wasembada pangan, kesejahteraan masyarakat dan pe ngendalian er osi. H asil ana lisis m enunjukkan ba hwa p endapatan sektor pertanian/kehutanan DAS Grindulu optimal mencapai Rp 570 milyar yang merupakan kombinasi penggunaan lahan sawah irigasi untuk padi sawah baik di hulu dan hilir, penanaman kedelai di lahan tegalan hilir, penanaman ak asia dan t anaman k opi. A ktivitas pe ndukungnya ada lah penyediaan m odal t iap m usim, penj ualan p adi sawah, penjualan kayu bakar da n k ayu per tukangan. Sumberdaya l ahan dan m odal m erupakan sumberdaya yang l angka di DAS G rindulu sedangkan t enaga k erja t idak langka atau berlebih. Tanaman yang memiliki keunggulan komparatif di DAS G rindulu u ntuk t anaman pang an ad alah padi sawah dan k edelai yang di tanam di lahan tegalan pada musim tanam 1 (Januari sampai April) dan 2 (Mei sampai Agustus); untuk tanaman perkebunan adalah kopi dan tanaman kehutanan adalah akasia yang dijadikan sebagai kayu pertukangan dan kayu bakar.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain