Analisis pemangku kepentingan dalam pengelolaan Taman Nasional Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) merupakan salah satu kawasan konservasi yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu dan masyarakat Provinsi Kalimantan Barat. Namun, keberadaan TNDS terancam karena berbagai aktivitas dan kepentingan. Pengelolaan TNDS tidak dapat hanya dilakukan oleh 1 lembaga saja, tapi perlu didukung oleh lembaga lain yang berkepentingan. Pendekatan yang mungkin dapat dilakukan adalah analisis pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepentingan dari pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan TNDS. Responden yang digunakan dalam penelitian di TNDS dipilih dengan metode snowball sampling. Pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan TNDS sebanyak 18 yang terdiri atas 5 pemangku kepentingan sebagai subyek, 1 pemangku kepentingan sebagai pemain kunci (key player), 6 pemangku kepentingan sebagai context setter, dan 6 pemangku kepentingan sebagai crowd. Terdapat 3 hubungan yang terjadi di antara pemangku kepentingan, yaitu potensial konflik, saling mengisi, dan kerjasama. Secara umum, pemangku kepentingan yang teridentifikasi memiliki peran masing-masing sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Namun, dalam pengelolaan TNDS perlu dilakukan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan tersebut agar dapat dicapai tujuan pengelolaan TNDS yang lebih baik.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain