Analisis biaya penebangan sistem swakelola:studi kasus di dua iuphhk-ha Kalimantan Tengah(Cost analysis of self-management felling system: a case study in two forestconcessionaires, Central Kalimantan)
Salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi pemanenan kayu di hutan alam adalah dengan
menerapkan metode tree length logging. Namun demikian, peningkatan efisiensi pemanenan kayu tersebut
belum diikuti oleh perbaikan kebijakan efisiensi biaya produksi. Sebagai contoh, penerapan kebijakan
sistem upah borongan penuh pada kegiatan penebangan pohon dinilai masih relatif mahal sehingga
perlu dicari alternatif pembanding dengan sistem swakelola. Tulisan ini mempelajari besarnya biaya
produksi penebangan yang dilakukan dengan sistem borongan dan swakelola. Penelitian dilakukan
di dua perusahaan pengusahaan hutan alam (IUPHHK-HA) Kalimantan Tengah. Hasil analisis
biaya menunjukkan penebangan sistem swakelola yang dilakukan di IUPHHK-HA PT. A dan PT. B
3 3 masing-masing adalah Rp 4.051,11/m dan Rp 6.800,11/m . Biaya penebangan sistem swakelola
tersebut lebih murah dibandingkan dengan sistem borongan yang berkisar antara Rp 6.000-
3 Rp 7.000/m . Untuk efisiensi biaya, pihak manajemen IUPHHK-HA sebaiknya menerapkan sistem
upah penebangan secara swakelola.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain