Pemodelan kesesuaian habitat badak Jawa (Rhinoceros sondaicus Desmarest 1822) di Taman Nasional Ujung Kulon
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus Desmarest 1822) merupakan spesies paling langka di antara 5 spesies badak yang ada di dunia. Badak Jawa merupakan satwa yang penyebarannya terbatas hanya di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Indonesia. Oleh karena ukuran populasi yang kecil dan distribusinya terbatas, badak jawa terdaftar di RedList oleh IUCN sebagai spesies terancam punah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi komponen habitat yang berpengaruh penting terhadap keberadaan badak jawa dan menganalisis kesesuaian habitat badak jawa di TNUK menggunakan sistem informasi geografis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 komponen habitat yang teridentifikasi penting bagi habitat badak jawa dan relevan untuk pemodelan spasial kesesuaian habitat yaitu jarak dari jalan patroli, jarak dari kubangan, jarak dari sungai, jarak dari pantai, jarak dari rumpang (areal yang terbuka), kemiringan lereng, ketinggian tempat, dan indeks penutupan tajuk. Faktor yang paling dominan mempengaruhi frekuensi kehadiran badak jawa adalah kemiringan lereng, jarak dari rumpang, jarak dari kubangan, dan jarak dari pantai (p<0,005; R2 81,14%). Model spasial kesesuaian habitat menghasilkan 11% area yang memiliki kesesuaian rendah, 23,7 % area yang memiliki kesesuaian sedang, dan 65,2% area yang memiliki kesesuaian tinggi. Validitas model ini adalah 88,6%
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain