PENGEMBANGAN ENERGI SOSIAL BUDAYA KREATIF DALAM KEBIJAKAN KEHUTANAN INDONESIA
ABSTRAK
Apakah negara (pemerintah) berhasil mengelola dan membangun hutan untuk tujuan kemakmuran yang berkeadilan dan berkelanjutan? Kunci jawaban untuk pertanyaan tersebut ada pada kebijakan, bagaimana kebijakan itu diproduksi? bagaimana kebijakan itu ditafsirkan? dan bagaimana kebijakan itu diimplementasikan? Essai ini berupaya memaparkan sebuah gagasan untuk memberikan energi dalam kebijakan kehutanan Indonesia, sebuah energi yang disebut sebagai energi sosial budaya kreatif. Energi sosial budaya kreatif tersusun atas tiga komponen, yaitu tujuan (ideals), cara mencapai tujuan (ideas), dan pengembangan jaringan kerjasama (friendship). Eksistensi ketiga komponen tersebut dalam wujudnya sebagai energi bagi kebijakan kehutanan Indonesia tidak bisa terpisahkan. Kebijakan kehutanan dalam bentuk program dan kegiatan yang baik harus mengacu kepada pencapaian tujuan menyejahteraan masyarakat secara berkeadilan dan berkelanjutan, sebagai kesepakatan bersama bangsa ini. Selain itu, sebuah program dan kegiatan kehutanan yang bijak adalah jika dapat merangkul banyak pihak dalam penyusunan rencana dan pelaksanaannya. Selama kehutanan merupakan entitas publik maka akan selalu membutuhkan energi sosial budaya kreatif ini. Pengembangan energi sosial budaya kreatif dalam kebijakan kehutanan Indonesia membutuhkan perubahan yang disengaja. Energi ini diisikaan ke dalam kebijakan oleh orang-orang, pengambil keputusan, pelaksana kebijakan, dan masyarakat sebagai subyek kebijakan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain