Perekat Berbasis Resorsinol dari Ekstrak Kayu Merbau
ABSTRAK. Papan serat berkerapatan sedang (MDF) sebagai salah satu produk rekonstruksi kayu memiliki banyak kegunaan untuk antara lain bahan isolasi, dinding penyekat, produk furniture, bagian peralatan listrik, bagian interior kendaraan bermotor, dan konstruksi ringan hingga berat. Untuk Indonesia, saat ini ketersediaan kayu hutan alam tropis sebagai bahan baku konvensional industri pengolahan MDF semakin terbatas dan langka. Akibatnya, produksi papan serat Indonesia saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan domestik. Oleh sebab itu perlu dicari sumber alternatif bahan serat berligno-selulosa lain untuk MDF, di antaranya yang cukup potensial adalah limbah pembalakan kayu hutan tanaman industri (HTI). Untuk memperbaiki sifat dan meningkatkan daya guna MDF sehingga memenuhi persayaratan standar, bahan aditif dapat ditambahkan selama proses pembuatannya, seperti perekat tanin-formaldehida (TF), perekat urea formaldehida (UF), dan arang aktif. Terkait dengan uraian tersebut telah dilakukan percobaan pembuatan MDF menggunakan bahan baku limbah pembalakan kayu HTI jenis Eucalyptus hybrid, dicampur dengan bahan aditif tertentu (perekat TF, UF, dan arang aktif). Limbah pembalakan dibuat menjadi serpih, lalu diolah menjadi pulp menggunakan proses semi-kimia soda panas terbuka pada kondisi: konsentrasi NaOH 8%, nilai banding bahan baku serpih dengan larutan pemasak 1 : 8 (b/v), dan suhu pemasakan maximum 100qC yang dipertahankan selama 3 jam. Pembentukan MDF menggunakan cara basah dari campuran limbah pulp pembalakan HTI dan arang aktif dengan komposisi (b/b) 100% + 0%, 97,5% + 2,5%, 95% + 5%, 92,5% + 7,5%, dan 90% + 10%. Sebelum dibentuk lembaran, pada campuran tersebut ditambahkan dua macam perekat (TF dan UF) secara terpisah masing-masing 5%. Rata-rata rendemen pulp sebesar 81,8%, dan konsumsi alkali 7,12%. Produk MDF berperekat TF memiliki sifat kekuatan lebih tinggi dan penambahan panjang lebih rendah dibandingkan pada MDF dengan perekat UF. Peningkatan porsi campuran arang aktif berakibat penurunan sifat kekuatan dan rekat internal (IB), menurunkan pengembangan tebal, tetapi meningkatkan kadar air dan penambahan panjang MDF. Dibandingkan dengan persyaratan JIS, sifat MDF yang banyak memenuhi adalah dengan penggunaan perekat TF. Diharapkan yang belum memenuhi syarat dapat diperbaiki dengan penambahan lebih banyak bahan perekatdan/atau penggunakan cross-linking agent. MDF yang paling menjanjikan adalah MDF dengan perekat TF pada porsi campuran pulp limbah pembalakan-arang aktif 97,5% + 2,5% dan 95% + 5%, dan MDF dengan perekat UF dari campuran pulp limbah pembalakan-arang aktif 97.5%+2.5%, yang mengindikasikan bahwa kinerja perekat TF untuk MDF lebih baik dari pada perekat UF.
Kata kunci: Arang aktif, kayu hutan alam, limbah pembalakan kayu HTI, MDF, perekat
TF dan UF, sifat fisik dan kekuatan
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain