Pemanfaatan limbah cangkang telur ayam sebagai media adsorben dalam penurunan kadar logamkromium heksavalen (cr6+) pada limbah cair industrielektroplating
Elektroplating atau lapis listrik merupakan salah satu proses pelapisan bahan padat dengan lapisan logam
menggunakan arus listrik melalui suatu larutan elektrolit. Air limbah industri elektroplating mengandung
berbagai jenis ion logam berat seperti ion kromium (Cr) valensi 3 dan 6, timbal (Pb), nikel (Ni), tembaga (Cu),
seng (Zn), sianida (CN) dan sebagainya. Cangkang telur merupakan agen netralisasi dimana semua jenis larutan
mudah mengalami kesetimbangan sehingga logam berat dapat mengendap dan terdeposit dalam partikel
cangkang telur. Cangkang telur diperkirakan memiliki
kalsium karbonat (CaCO3)
adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan pengaruh
adsorben cangkang telur dalam penurunan kadar logam kromium heksavalen pada limbah elektroplating.
Adsorben cangkang telur diperoleh melalui proses perendaman, pemisahan kulit ari, penjemuran, penggilingan,
pengayakan, dan pewadahan. Variasi mesh yang digunakan adalah 40, 60, dan 80 mesh, Laju aliran diatur
sebesar 25 ml/menit dengan waktu pengambilan sampel dilakukan pada menit ke 0, 10, 20, 30, 40, dan 60.
Analisa dilakukan terhadap kandungan kromium heksavalen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan
kandungan kromium terbesar adalah pada menit ke 40 menggunakan mesh 80 sebesar 53,001 %.
hingga 10.000 - 20.000 pori tiap cangkangnya
terdapat kandungan seperti struktur pori dan protein asam mukopolisakarida yang dapat dikembangkan menjadi penurunan kadar logam kromium heksavalen pada limbah elektroplating.
Adsorben cangkang telur diperoleh melalui proses perendaman, pemisahan kulit ari, penjemuran, penggilingan,
pengayakan, dan pewadahan. Variasi mesh yang digunakan adalah 40, 60, dan 80 mesh, Laju aliran diatur
sebesar 25 ml/menit dengan waktu pengambilan sampel dilakukan pada menit ke 0, 10, 20, 30, 40, dan 60.
Analisa dilakukan terhadap kandungan kromium heksavalen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penurunan
kandungan kromium terbesar adalah pada menit ke 40 menggunakan mesh 80 sebesar 53,001 %.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain