Demand analysis of indonesian pulpwoodusing transcendental logarithmic model:a study of the world and selected Asian markets
ANALISIS PERMINTAAN BUBUR KERTAS INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL
TRANSCENDENTAL LOGARITHMICH: STUDI DI DUNIA DAN BEBERAPA PASAR ASIA.
Ekspor bubur kertas Indonesia telah menunjukkan trend yang meningkat sejak era 1990an. Bersama Brazil, Canada,
USA, dan Chili, Indonesia menjadi satu dari lima pengekspor bubur kertas terbesar di dunia. Bubur kertas Indonesia
sebagian besar diekspor ke negara-negara Asia. Tulisan ini menganalisis permintaan ekspor bubur kertas Indonesia periode
1994-2014 menggunakan model Trancendental Logarithmic (TL) dengan estimasi Seemingly Unrelated Regression (SUR).
Data ekspor dari lima negara pengekspor bubur kertas terbesar di empat pasar yang berbeda (Cina, Korea, Jepang, dan
dunia) dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, logaritmik pendapatan dan second order logaritmik pendapatan
yang berpengaruh signifikan di pasar Cina dan Korea; kedua, secara umum elastisitas harga bubur kertas Indonesia elastis
dan negatif (-2,308, -1,06, dan -2,04 di pasar Korea, Jepang, dan dunia). Ketiga, sehubungan dengan nilai elastisitas yang
positif pada harga bubur kertas negara lain dan juga positif pada elastisitas pendapatan (masing-masing 1,002, 1,722,
dan 0,625 di pasar Cina, Korea, dan dunia), maka bubur kertas Indonesia dapat dikategorikan sebagai barang substitusi
dan barang normal. Terakhir, terkait dengan nilai elastisitas harga bubur kertas Indonesia yang negatif dan elastis, satu kebijakan yang dapat diterapkan oleh pemerintah Indonesia adalah pemberian subsidi untuk mengurangi harga bubur kertas
Indonesia sebesar 10%. Subsidi dapat diimplementasikan dengan mengurangi pajak dan retribusi seperti Pajak Bumi dan
Bangunan (PBB) dan retribusi daerah. Dengan melakukan hal ini maka akan memberikan manfaat lebih banyak di pasar
Korea dibandingkan dengan pasar bubur kertas lainnya. Share permintaan di pasar Korea akan meningkat dari 0,28
menjadi 0,31 dengan nilai rate of return yang tinggi (>2). Pada pasar dunia, share permintaan bubur kertas Indonesia
akan meningkat dari 0,08 menjadi 0,1 dengan nilai rate of return sebesar 1,89. Oleh sebab itu, studi ini menyarankan agar
pemberian subsidi dapat dilakukan pada industri bubur kertas di Indonesia.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain