KAJIAN EVALUASI LAHAN HUTAN JATI SISTEM BONITA DI KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN (KPH) CEPU(The Study of Teak Forest Land Evaluation with Site Quality System in The Forest Unit Management - KPH Cepu)
ABSTRACT
.Land evaluation method using forest inventory was conducted to study the characteristics of teak forest land in relation to teak productivity and degradation of teak forest land This research was aimed at determiningthedynamicsofthechangesofsitequality(bonita)intheteakforestinPasarsoreandCabak Sub Forest Management Units (BKPH), Cepu Forest Management Unit (KPH). The methode used is the site index system approach in which is the tree height and age plant as variable. The Forest inventory data will be tested to find out the relationship between the influence factors of the teak forest land and the stand potential. Site selection studies was considered at an catchment area of Sub Unit Watershed Management (DAS) level while the observation point was determined based on the age stand class (KU)
.andthesitesystemofteakforests Secondarydatatodeterminethelocationwereobtainedfrompartofthe forest management unit (RPKH), KPH Perum Perhutani. The results showed that the sites that have an
increasein qualityare12.5%,adecreaseare42.5%and45%arestillstablecondition.
Keywords:
Site index system, land evaluation, teak forest
Evaluasi lahan dengan menggunakan metode inventarisasi tegakan dilakukan untuk mempelajari karakteristik lahan hutan jati dalam keterkaitannya dengan produktivitas tegakan jati dan kemungkinan terjadinya degradasi sumber daya lahan hutan jati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika perubahan bonita pada hutan tanaman jati di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pasarsore dan Cabak, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu. KPH Cepu. Metode yang digunakan adalahpendekatanbonitadenganparameterpeninggidanumurtanaman. Datahasilinventarisasitegakan akan diuji korelasi untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara faktor lahan dan faktor potensi tegakan. Pemilihan lokasi kajian dipertimbangkan dalam suatu wilayah tangkapan air dengan tingkatan Sub-SubDASsedangkantitikpengamatanditentukanberdasarkankelasumur(KU)hutanjatidanbonita. Data sekunder untuk penentuan lokasi diperoleh dari RPKH Bagian Hutan, KPH Perum Perhutani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa areal hutan jati yang mengalami peningkatan bonita sebesar 12,5%, yang mengalamipenurunansebesar42,5%danyangtetapsebesar45%. Katakunci:Bonita,evaluasilahan,hutanjati
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain