RHL PARTISIPATIF PADA HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) : MENGELOLA SUMBERDAYA LAHAN DAN AIR MELALUI DIALOGCatatan Pengalaman Penelitian di Sulawesi Tahun 2001-2011
ABSTRAK
Selain dari persoalan klasik seperti pertambahan penduduk, kurangnya/tidak efektifnya koordinasi dan sinkronisasi, dan melemahnya dukungan politik khususnya dari pemerintah daerah, faktor utama yang menjadi kendala dalam pencapaian tujuan rehabilitasi hutan dan lahan adalah masih terfokusnya kegiatan pada sumberdaya pemerintah. Sementara pelibatan pihak lain khususnya masyarakat belum banyak digali secara optimal. Selama ini pelibatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam hanya terbatas pada pelibatan masyarakat sebagai obyek. Paradigma ini harus diubah agar masyarakat secara sadar mau berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan.
Sejak tahun 2001, BPK Makassar melakukan kegiatan pengkajian
berbagai pendekatan dalam pengelolaan DAS yang pada muaranya adalah untuk menggiatkan partisipasi masyarakat baik secara kolektif maupun personal dalam pengelolaan DAS khususnya dalam kegiatan RHL. Dari pengalaman selama 10 tahun, dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat bisa digiatkan apabila secara mental, emosional dan juga secara fisik masyarakat terlibat dalam kegiatan RHL. Pelibatan masyarakat ini niscaya bisa terlaksana apabila masyarakat mampu melihat, memahami, dan merasakan manfaat dan resiko dalam melakukan kegiatan RHL tidak hanya pada saat kegiatan dilaksanakan namun juga sampai bertahun-tahun ke depan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain