Faktor-Faktor Sosial Ekonomi yang Berpengaruh Terhadap Luas Lahan Garapan di KHDTK Rarung, Lombok, Nusa Tenggara Barat (Factor of Social Economic that Influence to Total Area Cultivated in Forest Area for Special Purpose of Rarung (KHDTK Rarung), Lombok,
Kawasan hutan dengan tujuan khusus rarung (KHDTK rarung) merupakan salah satu kawasan lindung yang digunakan sebagai lokasi penelitian balai penelitian kahutanan mataram. KHDTK rarung dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Kajian ini dilaksanakan di KHDTK rarung kecamatan pringgarata kabupaten lombok tengah provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah responden 50 orang yang berasal dari desa karangsidemen dan desa pemepek yang tersebar di enam dusun : sejolan, sintung timur, mertapaok, taman baru, menemeng dan repuk pidendang. Data dianalisis secar korelasi dua variabel (corelation bivariated). Hasil penelitian menunjukan bahwa petani penggarap lahan di KHDTK rarung yang berpendidikan lebih tinggi akan lebih sering berkunjung kelahan usahataninya terutama yang tempat tinggalnya dekat(<500 m). Namun penggarap yang tempat tinggalnya jauh(>500 m) mempunyai peluang kerja ditempat lain sehingga penglaman kerja bertambah dan pendapatan lain-lain betambah. Hubungan antar variabel dependen Y = luas lahan yang dikerjakan di KHDTK raung (ha/kk) dan variabel independen X = faktor sosial, sangat lemah atau dianggap tidak ada kolerasinya. Rata-rata pendapatan dari lahan KHDTK rarung sebesar Rp 1.016.300/kk/tahun, atau 19% dari total pendapatannya. Tingkat pendidikannya rendah yaitu hanya sampai sekolah dasar (74%). Tingkat kesejahteraannya rendah yaitu yan miskn sampai hampir miskin 62%.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain