Produktivitas Dan Biaya Alat Sistem Kabel Layang P3hh24 Untuk Pengeluaran Kayu = Productivity and Cost of P3HH24 Skyline System Tool for Logs Extraction
Produktivitas Dan Biaya Alat Sistem Kabel Layang P3hh24 Untuk Pengeluaran Kayu = Productivity and Cost of P3HH24 Skyline System Tool for Logs Extraction / Dulsalam
ABSTRACT. A study on productivity and cost of logs extraction using P3HH24 skyline system tool was carried out in community forest of Sukaraja Village, Warungkiara Sub Regency, Sukabumi Regency in 2009. The objective is to find out information of productivity and cost of P3HH24 skyline system tool for logs extraction. Data on log volume and working time of logs extraction as well as transportation cost were collected. The study revealed that:
1. Log extraction productivity ranged from 5.737 to 8.331 m3/rit with an average of 7.067m3/rit.
2. Average cost of log extraction was Rp 9,244,-/m3 lower than the previous cost (Rp 15,713,-/m3). The increasing efficiency of the average extraction cost was 34%.
3. Log extraction using P3HH24 skyline system tool is feasible based on pay back period (1.3 years), net present value (Rp 154,734,164,-), IRR (76.73%) and B/C ratio (1.62).
4. Average land exposure caused by log extraction using P3HH24 skyline system tool was 4%.
5. Chain supporter and the endless cable drum need improvements to increase the efficiency of logs extraction using P3HH24 skyline system tool, motoric chain supporting and endless cable drum need improving.
Keywords: Plantation forest, log extraction, P3HH24 skyline system, productivity, cost
ABSTRAK. Studi produktivitas dan biaya pengeluaran kayu balak dengan alat sistem kabel layang P3HH24 dilakukan di desa Sukaharja, Kecamatan Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi produktivitas dan biaya pengeluaran kayu balok dengan alat sistem kabel layang P3HH24. Data volume dan waktu kerja pengeluaran serta biaya pengeluaran kayu balak yang terdiri dari biaya penyusutan, modal, pajak, asuransi, perbaikan, bahan bakar, oli dan pelumas serta upah yang selanjutnya dianalisis secara tabulasi. Hasil studi menunjukkan bahwa:
1. Produktivitas pengeluaran balak berkisar antara 5,737 - 8,331 m3 /rit dengan rata-rata 7,067 m3 /rit.
2. Biaya rata-rata pengeluaran kayu balak adalah sebesar Rp 9.244,-/m3 sedangkan biaya rata-rata pengeluaran kayu balak sebelumnya sebesar Rp 15.713,-/m3sehingga terjadi peningkatan efisiensi pengeluaran kayu balak dengan sistem kabel layang P3HH24 sebesar 34%.
3. Pengeluaran kayu balok di petak tebangan dengan alat sistem kabel layang P3HH24 layak digunakan berdasarkan pay back period sebesar 1,23 tahun, NPV sebesar Rp 154.734.163,-, IRR sebesar 76,23% dan rasio pendapatan dan biaya sebesar 1,62.
4. Keterbukaan tanah rata-rata akibat pengeluaran kayu balok dengan sistem kabel layang P3HH24 adalah 4%.
5. Untuk meningkatkan efisiensi pengeluaran kayu balak dengan alat sistem kabel layang P3HH24, penahan rantai dan transmisi drum penggulung kabel tanpa ujung perlu disempurnakan.
Kata kunci: Hutan tanaman, pengeluaran kayu balak, sistem kabel layang P3HH24, produktivitas, biaya
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain