Text
Ujicoba Perbanyakan Gemor Melalui Stek Batang
Gemor merupakan salah satu penghasil hasil hutan bukan kayu (HHBK) dimana bagian yang dimanfaatkan adalah pepagannya (kulit kayu) sebagai salah satu bahan baku pembuat obat nyamuk. Teknik pemanenan gemor dari hutan alam dengan cara menebang dapat menyebabkan jenis ini terancam punah bila tidak dilakukan upaya budidaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyediakan informasi teknik perbanyakan Gemor (Nothaphoaebe coriacea Kosterm. (Kosterm.)). dengan stek batang. Pengambilan bahan stek gemor dilakukan pada bulan September 2009 di dalam wilayah Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Penanaman stek dilakukan di greenhouse Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Samboja, Kalimantan Timur. Pengamatan stek dilakukan pada bulan Desember 2009. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial 2 x 5 dengan ulangan 3 kali. Faktor A merupakan jenis media perakaran, terdiri dari A1 (Media arang sekam) dan A2 (media pasir). Faktor B adalah dosis hormon IBA, terdiri dari B0 (0 gr/l/ kontrol), B1 (5 gr/l), B2 (10 gr/l), B3 (15 gr/l) dan B4 (20 gr/l). Hasil pengamatan setelah 3 bulan penanaman menunjukkan belum ada stek batang gemor yang berakar. Sebagian besar stek hanya membentuk tunas tetapi belum ada yang membentuk akar. Hasil analisa sidik ragam pada persen hidup, persen bertunas, jumlah tunas dan panjang tunas menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar perlakuan yang diberikan. Walaupun hasil analisis ragam tidak menunjukkan perbedaan antar perlakuan, dari grafik di atas terlihat bahwa media arang sekam cenderung lebih baik dibandingkan media pasir. Penelitian perbanyakan gemor melalui stek batang ini perlu dilanjutkan dengan dosis hormon yang berbeda dan variasi teknik aplikasi hormon.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain