Text
Species identification of traditional medicine plants for women’s health in East Kalimantan: lesson learned from local wisdom
Traditional communities in East Kalimantan have been using traditional medicinal plants for centuries. This paper aims to identify the plant species used for traditional medicine for women’s health in three tribes in East Kalimantan: Dayak Benuaq around Gunung Beratus Protection Forest, Dayak Bahau around Wehea Forest, and Kutai tribe around Kutai National Park. Medicinal plant species identification is important for plant breeding and developing utilization technology of those species. Data were collected by: 1) interview with traditional midwives and traditional medicinal plants users in those villages; 2) collecting the medicinal plant specimens in their natural habitat; 3) qualitative analysis of the interview records; 4) botanical identification of the specimens in Herbarium Wanariset Samboja; and 5) literature review about the usage of those medicinal plants by traditional communities in other places. This research result showed 44 medicinal plant species from 30 families for cosmetics, maternal uses, and women’s reproductive health. The used parts of the medicinal plants were the roots, leaves, barks, stem, and fruits. The medicinal plants were processed by simple methods. There were 27 species also used by other communities for similar or different efficacies, and the active chemical compounds of 25 species have been known. The utilization of traditional medicinal plants are cheaper, more available, and accessible. However, the quality of the medicinal plants can not be guaranteed, and the dosage was not standardized. Therefore the medicinal plants need to be cultivated to ensure the quality and quantity, and to prevent species extinction.
IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN OBAT UNTUK KESEHATAN PEREMPUAN DI KALIMANTAN TIMUR: PEMBELAJARAN DARI KEARIFAN LOKAL.
Masyarakat tradisional di Kalimantan Timur telah menggunakan tumbuhan obat tradisional sejak beratus tahun lalu. Tulisan ini bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan untuk kesehatan perempuan oleh tiga suku di Kalimantan Timur, yaitu: suku Dayak Benuaq (sekitar Hutan Lindung Gunung Beratus), Dayak Bahau (Hutan Wehea), dan Kutai (sekitar Taman Nasional Kutai). Identifikasi jenis tumbuhan obat penting dilakukan sebagai dasar upaya budidaya dan pengembangan teknologi pemanfaatannya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara: 1) melakukan wawancara dengan 5 (lima) bidan tradisional dan pengguna tanaman obat tradisional di desa-desa tersebut; 2) mengumpulkan spesimen tumbuhan obat di habitat alaminya; 3) melakukan analisis kualitatif terhadap hasil wawancara; 4) melakukan identifikasi botani spesimen tumbuhan obat di Herbarium Wanariset Samboja; dan 5) Studi pustaka untuk memperoleh informasi tentang penggunaan jenis-jenis tumbuhan obat tersebut oleh masyarakat tradisional di daerah lain. Penelitian ini telah mengidentifikasi dan mendokumentasikan 44 jenis tumbuhan obat dari 30 famili yang digunakan oleh masyarakat tradisional untuk kosmetika, kebidanan, dan kesehatan reproduksi perempuan. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah daun, akar, batang, kulit batang, buah, bunga, dan biji. Pengolahan dilakukan dengan metode sederhana.Paling sedikit ada 27 jenis yang juga digunakan oleh masyarakat di tempat lain untuk khasiat yang sama maupun berbeda, dan senyawa kimia aktif 25 jenis telah diketahui. Penggunaan tumbuhan obat tradisional lebih murah, lebih tersedia, dan mudah diakses. Namun kualitas tumbuhan obat tersebut tidak bisa dijamin dan dosisnya tidak terstandar. Oleh karena itu tumbuhan obat tersebut perlu dibudidayakan untuk memastikan kualitas dan kuantitasnya, dan untuk mencegah kepunahan jenis.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain