Keragaman genetik populasi kayu merah (pterocarpus indicus willd) menggunakan penanda random amplified polymorphism dna Genetic diversity in kayu merah (pterocarpus indicus willd) populations using random amplified polymorphism dna marker
Kayu merah (Pterocarpus indicus Willd) di Indonesia secara alami tersebar di seluruh Jawa, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Papua. Jenis ini mempunyai kegunaan dan manfaat yang sangat banyak namun terancam keberadaannya karena pembalakan liar dan bahkan telah terdaftar di Daftar Spesies Terancam IUCN dalam kategori Vulnerable (VU A1D). Penanda Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) digunakan untuk menganalisis keragaman genetik enam populasi alam kayu merah dari Pulau Seram, Manggarai Timur-Flores, Ngada-Flores, Soe-Timor Tengah Selatan, Kefamenanu-Timor Tengah Utara dan Kupang-Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 99 losi polimorfik diperoleh dari 12 primer RAPD. Rata-rata keragaman genetik kayu merah di dalam populasi adalah 0,2024. Populasi dengan keragaman genetik tertinggi adalah Soe (0,2925) dan keragaman genetik terendah adalah Ngada (0,1212). Jarak genetik terjauh adalah antara Ngada dan Kefamenanu (0,376), sedangkan jarak genetik terdekat adalah antara Manggarai dan Ngada (0,060). Informasi yang dihasilkan dalam penelitian ini sangat bermanfaat untuk mendukung program pemuliaan dan konservasi kayu merah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain