Pengaruh Bahan Stek dan Zat Pengatur Tumbuh IBA terhadap Keberhasilan Perbanyakan Vegetatif Stek Nyawai (Ficus Variegata Blume)
Nyawai (Ficus variegata Blume) is one of species being developed for timber plantation in Indonesia. Technology of nyawai propagation by rooting cuttings should be developed as an alternative of seedling procurement in anticipation of seed limitations, or irregularity fruiting season. It is also needed for superior clones. The purpose of this study was to determine the influence of material cuttings and IBA concentration on the success of nyawai rooting cuttings. The research applied a Factorial Completely Randomized Design with two factors which are cutting materials (shoots; twig) and the concentration of IBA (O ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1600 ppm and 3200 ppm). The result showed that the cuttings derived from stem could not be rooted, all stem cuttings died at month 2. In shoots cuttings, the increase in IBA concentration significantly affect the amount of cutting roots, but no effect on the live percentage, root length, shoot length, root biomass and shoot biomass. The use of IBA 3200 ppm produced the best rooting. = Nyawai merupakan salah satu jenis tanaman yang sedang dikembangkan untuk HTI penghasil kayu di Indonesia. Teknologi perbanyakan secara stek nyawai perlu dikembangkan sebagai altematif pengadaan bibit untuk mengantisipasi terhadap keterbatasan benih, ketidak-teraturan musim buah. Teknologi ini juga diperlukan untuk perbanyakan klon-klon unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh bahan stek dan konsentrasi IBA terhadap keberhasilan stek nyawai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial dengan dua faktor yaitu bahan stek (tunas; batang dibawah pucuk) dan konsentrasi IBA (0 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1600 ppm, dan 3200 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stek yang berasal dari batang tidak bisa diakarkan, semua stek batang mati pada bulan ke 2. Pada stek pucuk, peningkatan konsentrasi IBA berpengaruh secara nyata terhadap jumlah akar stek, namun tidak berpengaruh terhadap persentase hidup, panjang akar, panjang tunas dan biomassa akar dan biomassa tunas. Penggunaan IBA 3200 ppm menghasilkan perakaran stek yang terbaik.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain