Potensi Nyamplung ( Callophyllum spp) Sebagai Sumber Energi Alternatif Bagi Masyarakat Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat
ABSTRAK. Pemenuhan sumber energi dalam bentuk cair terutama solar pada sektor transportasi merupakan sektor paling kritis dan perlu mendapat perhatian khusus. Melalui pemanfaatan teknologi bioenergi, Indonesia memliki kesempatan yang besar di dalam penyediaan energi bersih, termasuk biodiesel. Sebagai negara tropis memiliki berbagai jenis tumbuhan yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku produksi energi, salah satunya Ceiba petandra, yang mempunyai peluang untuk menjadi penghasil biodiesel.
Kata kunci: Bahan baku biodiesel, Ceiba petandra L. Gaertn., prospek pengembangan
ABSTRAK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi tegakan alam dan kadar minyak nyamplung (penage) sebagai sumber energi alternatif di Kabupaten Kayong Utara. Penelitian dilakukan di sepanjang daerah pesisir Kabupaten Kayong Utara mulai dari daerah Telok Batang ke arah selatan dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan secara sensus (100%) terhadap jumlah, ukuran keliling pangkal batang dan tinggi pohon, dan secara sampling terhadap jumlah dan berat buah serta kandungan minyak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Kayong Utara terdapat tegakan alam nyamplung sebanyak 219 pohon di Desa Tambak Rawang dan 71 pohon di Pulau Datok. Hasil pengukuran terhadap tinggi dan keliling pangkal batang menggambarkan bahwa pohon-pohon yang terdapat di kedua lokasi tersebut sudah berukuan besar, namun rendah (tidak lebih dari 8 meter). Dari hasil uji kandungan minyak mentah, ternyata biji nyamplung dari tegakan alam yang terdapat di Kayong Utara cukup tinggi (53-63%). Kondisi ini menggambarkan bahwa nyamplung ini cukup potensial untuk dijadikan sumber bahan energi alternatif dimasa yang akan datang, terutama untuk kebutuhan masyarakat Kayong Utara.
Kata kunci: Jumlah pohon, kandungan minyak, energi alternatif, nyamplung
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain