Text
Pengaruh Teknik Pengemasan terhadap Keberhasilan Berakar stek Pucuk Meranti Merah (Shorea johorensis, S. Smithiana dan S. parvifolia)
Penelitian pengaruh pengemasan dan waktu penyimpanan terhadap persentase berakar stek tiga jenis meranti merah (Shorea johorensis, S. smithiana dan S. parvifolia) telah dilakukan di rumah kaca Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Samboja, Kalimantan Timur. Bahan stek Shorea johorensis dan S. smithiana berasal dari permudaan alam di IUPHHK PT Dasa Intiga, Kalimantan Tengah, sedangkan bahan stek S. parvifolia berasal dari PT Gaung Satya Graha, Kalimantan Tengah. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan teknik pengemasan yang tepat terhadap persentase berakar tiga jenis meranti merah. Perlakuan terdiri dari tiga jenis kemasan (P1 = kardus, P2 = styrofoam box, P3 = coolbox) dan empat waktu penyimpanan (T1 = 4 hari, T2 = 6 hari, T3 = 8 hari, T4 = 10 hari). Rancangan percobaan yang digunakan adalah faktorial dengan pola acak lengkap dengan ulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengemasan yang terbaik untuk stek pucuk S. johorensis adalah pengemasan dalam kardus selama 4 hari, karena memberikan persen hidup sebesar 66,7% dan persen berakar sebesar 26,7%. Untuk stek pucuk S. smithiana teknik yang terbaik adalah pengemasan dalam kardus selama 4 hari, karena memberikan persen hidup sebesar 93,3% dan persen berakar sebesar 22,2%. Sedangkan untuk stek pucuk S. parvifolia teknik pengemasan yang terbaik adalah dalam kardus selama 4 hari, karena memberikan persen hidup sebesar 69,3% dan persen berakar sebesar 52,0%.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain