PENDEKATAN EDAFOLOGI DALAM REHABILITASI DAN RESTORASI HUTAN DAN LAHAN RAWA GAMBUT TERDEGRADASI*
ABSTRAK
Kerusakan (degradasi) hutan dan lahan rawa gambut disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu: penebangan hutan, kebakaran dan konversi lahan. Untuk meningkatkan keberhasilan rehabilitasi dan restorasinya dibutuhkan pemahaman yang menyeluruh tentang karakteristik lahan yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetasi di atasnya (pendekatan edafologi). Berdasarkan hasil kajian dan penelitian yang telah dilakukan pada hutan dan lahan rawa gambut di Sumatera Selatan dan Jambi, karakteristik lahan yang paling menentukan pertumbuhan vegetasi adalah kedalaman gambut dan kedalaman genangan air. Kombinasi kedua karakter lahan tersebut dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) tipologi lahan rawa gambut terdegradasi, yaitu: (1) Gambut dangkal - Genangan air dangkal, (2) Gambut dangkal - Genangan air sedang sampai dalam, (3) Gambut sedang sampai dalam - Genangan air dangkal, (4) Gambut sedang sampai dalam - Genangan air sedang sampai dalam. Pola dan teknik rehabilitasi dan restorasi yang digunakan akan berbeda untuk setiap tipologi lahan. Secara umum tingkat kesulitan dan input rehabilitasi dan restorasi akan meningkat pada lahan rawa gambut dengan genangan air yang makin dalam dan gambut yang makin dangkal.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain