Pemanfaatan Kompos Kulit Kayu Mangium untuk Media Pertumbuhan Cendawan Mikoriza Arbuskula dan Bibit Acacia mangium Willd. = Utilization of Composted Mangium Bark as Growth Media for Arbuscular Micorrhizal Fungi and Acacia mangium Will Seedlings
ABSTRACT. Sterilized and unsterilized mangium bark which added with activators and composted for 30 days were used as a growth medium for mycorrhizal fungi and Acacia mangium seedlings. Degradation rate of the bark was evaluated based on the changing content of organic carbon, total nitrogen, nutrient content, and its cation exchange capacity (CEC). Results showed that activators added on the composting process of mangium bark reduced C/N ratio to 21.90 in sterilized bark and 25.30 in the unsterilized, respectively. The addition of activators tended to increase the nutrient content i.e. N 0.82 -1.09%, P 0.22 -0.36%, and K 0.36 -1.12%, and increase the value of CEC into 31.3 to 32.7 me/100g. Mycorrhizal colonization on medium means that composted mangium bark can be used both as growth and mycorrhizal carrier media. A high percentage of mycorrhizal colony was found in the medium made of sterilized mangium bark added with activators inoculated with Glomus sp. i.e. 45%. The growth rate of A. mangium seedling on the medium made of sterilized mangium bark added with activator tended to be higher than that of the unsterilized bark. The highest growth was found on medium inoculated with Gigaspora sp., while the largest stem diameter occurred on the medium inoculated with Glomus sp.
Keywords: Mangium bark, decomposition, colonization, Glomus sp., Gigaspora sp.
ABSTRAK. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit kayu mangium yang disterilkan dan tidak disterilkan ditambah aktivator kemudian dikomposkan selama 30 hari. Kompos kulit kayu mangium tersebut digunakan sebagai media tanam cendawan mikoriza dan bibit Acacia mangium. Tingkat degradasi kompos dievaluasi berdasarkan perubahan kandungan karbon organik, nitrogen total, kadar hara, dan kapasitas tukar kation (KTK). Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan aktivator pada proses pengomposan kulit kayu mangium menurunkan nisbah C/N masing-masing menjadi 21,90 (disterilkan) dan 25,30 (tidak disterilkan). Penambahan aktivator tersebut dapat meningkatkan unsur hara N 0,82-1,09%, P 0,22-0,36%, dan K 0,36-1,12%, dan meningkatkan nilai KTK 31,3-32,7 me/100 g. Kolonisasi mikoriza pada media tanam kompos kulit kayu mangium, menunjukkan bahwa kompos tersebut dapat digunakan sebagai media tumbuh sekaligus media pembawa cendawan mikoriza. Persentase koloni yang tinggi (45%) dijumpai pada media kulit kayu mangium yang disterilkan, ditambah aktivator yang diinokulasi Glomus sp. Pertumbuhan bibit A. mangium pada media kulit kayu mangium yang disterilkan dan ditambah aktivator cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan yang ditanam pada media yang tidak disterilkan. Pertumbuhan bibit tertinggi dijumpai pada media tanam yang diinokulasi Gigaspora sp., sedangkan pertumbuhan diameter batang paling besar terjadi pada media yang diinokulasi Glomus sp.
Kata kunci: Kulit kayu mangium, degradasi, kolonisasi, Glomus sp., Gigaspora sp.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain