Peran pemangku kepentingan dalam pelaksanaan modeldesa konservasi di Taman Nasional Gunung Rinjani
Pengembangan Model Desa Konservasi (MDK) di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) diharapkan dapat
meningkatkan keberdayaan masyarakat, namun fakta di lapangan program MDK belum berjalan optimal. Hasil
laporan MDK di TNGR juga memberikan gambaran bahwa kolaborasi pengelolaan MDK tidak berjalan dengan
baik. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran terkait kolaborasi dalam pelaksanaan MDK di TNGR.
Penelitian ini difokuskan pada dua desa yaitu Desa Pesangrahan dan Desa Santong. Pelaksanaan penelitian ini
dimulai sejak bulan Mei sampai Juli tahun 2016 dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam proses
pengumpulan datanya. Kemudian data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif terkait kepentingan dan
pengaruh masing-masing aktor serta pandangannya terhadap pelaksanaan MDK. Hasil penelitian menunjukan
bahwa proses kolaborasi yang dijalankan dalam pengembangan MDK belum berjalan optimal. Pihak BTNGR
menjadi figur sentral dalam pelaksanaan MDK, baik dari aspek perencanaan sampai pada pelaksanaanya di
lapangan. Dengan demikian, diperlukan pengembangan proses kolaborasi yang lebih luas, jelas, terstruktur dalam
mendorong keterlibatan stakeholders untuk mengoptimalkan pelaksanaan MDK di TNGR.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain