Text
Silvikultur Hutan Tanaman Kayu Pulp
Pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) kayu serat atau HTI Pulp memegang peran yang strategis dalam menunjang pengembangan industri pulp dan kertas, karena besarnya ketergantungan industri ini pada kayu. Saat ini bahan baku utama pembuatan pulp dan kertas berasal dari kayu, karena kayu mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan bahan pulp lainnya, yaitu memiliki rendemen yang tinggi, kandungan lignin yang rendah serta kekuatan pulp dan kertas yang tinggi. Beberapa jenis kayu yang saat ini digunakan sebagai sumber bahan baku pulp yaitu Acacia spp., Eucalyptus spp., Gmelina arborea, dan Pinus merkusii. Beberapa permasalahan yang dihadapi para pengelola HTI adalah rendahnya produktivitas, daur tanaman yang masih panjang, serangan penyakit yang sangat serius dan penurunan kualitas tempat tumbuh pada rotasi berikutnya. Di samping itu, beberapa jenis telah beralih fungsi menjadi kayu pertukangan, sehingga dikhawatirkan terjadinya kekurangan pasokan bahan baku bagi industri pulp karena kompetisi kepentingan. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dicari jenis-jenis alternatif yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku pulp dan telah dikuasai teknik silvikulturnya. Beberpa kegiatan penelitian yang dilakukan untuk melengkapi informasi dasar mengenai jenis-jenis alternatif tersebut antara lain: inventarisasi sebaran dan potensi jenis-jenis alternatif, teknik silvikultur (pembibitan, penanaman dan pemeliharaan), teknik silvikultur khusus untuk manipulasi lingkungan, teknik silvikultur pada rotasi II, pembangunan demplot jenis-jenis alternatif dan kajian ekonomi dan finansial pembangunan HTI Pulp. Beberapa jenis alternatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku pulp antara lain benuang bini (Octomeles sumatrana), mahang (Macaranga sp), tisuk (Hibiscus macrophyllus), manglid (Manglieta glauca), jabon (Anthocephalus cadamba), mindi (Melia azedarach), alnus (Alnus nepalensis).
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain