Karakteristik Kayu Muda Pada Mangium (Acacia mangium Willd.) Dan Kualitas Pengeringannya
Jenis kayu yang berasal dari hutan alam saat ini semakin berkurang, sebagai gantinya untuk memenuhi kebutuhan kayu masyarakat, sebagian kayu dipenuhi dari hutan tanaman. Masalahnya, kayu yan gberasal dari hutan tanaman relatif mempunyai umur atau berdaur tebang lebih muda dari hutan alam sehingga kandungan kayu muda (Juvenile wood)nya relatif tinggi. Dalam pengolahan kayu, adanya kayu muda dalam balok sering menimbulkan masalah diantaranya timbul cacat dalam proses pengeringan sehingga kualitas kayu menurun. Oleh karena itu dalam penelitian ini diteliti karakteristik kayu muda yang meliputi sifat anatomi, dan kualitas pengeringan. Kayu yang digunakan adalah mangium yang berumur 22 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kandungan kayu muda pada mangium yang diduga melalui persamaan regresi sekitar 50 persen (R kuadrat = 70 persen) dengan karakteristik serat yang pendek, cacat permukaan, pecah dalam (Honeycomb) dan perubahan bentuk (Collapse) setelah proses pengeringan. Disarankan dalam proses pengolahan dan penggunaannya dilakukan secara hati-hati terutama pada waktu pengeringan sebaiknya mengikuti prosedur teknik pengeringan temperatur bertahap (bagan lunak)
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain