Text
Karakteristik Benih Tanaman Hutan Berwatak Ortodok
Buku ini menjelaskan tentang 10 (sepuluh) jenis tanaman hutan yang menghasilkan benih dengan karakteristik ortodok. diuraikan secara komprehensif tentang gambaran umum jenis tanaman hutan yang memiliki benih ortodok, karakteristik benih berwatak ortodok mulai dari fenologi, pembungaan dan potensi produksi benih, ciri isik, isiologis dan kandungan biokimia, daya simpan, serta dormansi benih. Secara khusus dibuat bab tentang penanganan sepuluh jenis benih ortodok, yaitu, Weru, Pilang, Saga, Kemiri, Johar, Ganitri, Gmelina, Lamtoro, dan Mindi, yang disertai gambar-gambar yang menarik.
Abstrak: Benih ortodok memiliki kandungan air rendah yang toleran terhadap pengeringan selama perkembangannya dan dapat disimpan dalam kondisi kering untuk jangka waktu cukup lama (bisa lebih dari 10 tahun) pada lingkungan yang optimum. Secara fisiologis memiliki ciri tersendiri yang berkaitan dengan proses penyimpanan benih, sensitivitasnya terhadap kandungan ABA yang rendah, efeknya berkurang setelah terjadinya proses imbibisi atau mengering kembali. Beberapa kandungan biokimia protein pada benih dapat membedakan karakteristik ortodok atau rekalsitran. Tiga jenis protein yang memperlihatkan aktivitas enzim yaitu asam askorbit (ASA), peroksidase askorbase (ASC), dan dehidroaskorbik (DHA) ditemukan pada benih nonortodok Ginko biloba, Quercus cerris, Aesculus hippocastanum, dan Cycas revoluta, namun pada benih ortodok Pinus taeda, Vicia faba dan Avena sativa enjim ASA dan ASC tidak ditemukan. Benih ortodok mempunyai kemampuan bertahan terhadap tekanan mekanis. Benih ortodok dapat menjaga keutuhan integritas DNA sebelum diturunkan kadar air hingga kurang dari 7%. Benih berwatak ortodok dibagi menjadi 2 kategori: 1) sangat ortodok, jangka waktu penyimpanan relatif lama pada suhu di bawah 0 derajat dengan kadar air hingga 5%-10%, contoh: akasia, eukaliptus, jati, albizia, sengon, pinus dan sebagainya; dan 2) ortodok biasa dengan waktu penyimpanan jauh lebih pendek dalam kondisi yang sama, contoh: Carya Nutt, Fagus L., Juglans L. dan beberapa pinus. Dormansi pada benih ortodok: 1) embrio yang belum berkembang; 2) dormansi mekanis, dan 3) dormansi fisik. Sepuluh jenis pohon hutan yang mempunyai benih berwatak ortodok: weru (Albizia procera (Roxb.) Benth), pilang (Acacia leucophloea (Roxb.) Wild), saga pohon (Adenanthera pavonina L), kemiri (Aleurites mollucana Willd.), kaliandra (Calliandra calothyrsus Meissn.), johar (Cassia siamea Lamk.), ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.), jati putih (Gmelina arborea Roxb.), lamtoro (Leucaena laucocephala (Roxb.) Wild), dan mindi (Melia azedarach Linn.).
Kata kunci: benih, ortodok, karakteristik benih, dormansi
| 17211017083 | 630*232.3 DID k | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (BUK-7) | Tersedia |
| 17211017082 | 630*232.3 DID k | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" (BUK-7) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain