IMPLEMENTASI SISTEM SILVIKULTUR TPTI : TINJAUAN KEBERADAAN POHON INTI DAN KONDISI PERMUDAANNYA(STUDI KASUS DI AREAL IUPHHK PT. TUNAS TIMBER LESTARI, PROVINSI PAPUA)1
ABSTRAK
Produktivitas hutan di Papua dalam beberapa tahun terakhir ini disinyalir terus mengalami penyusutan secara kuantitas maupun kualitas. Salah satu penyebabnya adalah eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya hutan. Kondisi ini dapat dikaitkan dengan keberadaan perusahaan pemegang konsesi IUPHHK di Tanah Papua. Untuk menjamin kelestarian produksi diperlukan sistem silvikultur yang efektif dalam pengelolaan hutan. Pengelolaan hutan alam di Papua yang dilakukan perusahaan IUPHHK menerapkan sistem TPTI selama ini. Degradasi dan deforestasi hutan alam, akan mengancam kelestarian produksi akibat tidak tersedianya jumlah jenis komersial tebang yang layak untuk siklus tebang selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem silvikultur TPTI yang diterapkan oleh perusahaan pemegang IUPHHK dalam mengelola hutan sesuai dengan tujuan pengelolaan hutan lestari, khususnya keberadaan pohon inti yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi TPTI di lokasi penelitian yakni areal kerja PT. Tunas Timber Lestari di Kabupaten Boven Digul Provinsi Papua dari perspektif keberadaan pohon inti masih layak dilakukan karena ketersediaan permudaan yang melimpah baik jenis komersial ditebang, komersial tidak ditebang maupun jenis lain di tingkat semai, pancang, tiang maupun pohon inti, sehingga kelestarian produksi untuk siklus tebang berikutnya masih dapat dipertahankan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain