Text
Teknologi Perbenihan 10 Jenis Tanaman Hutan Andalan
Abstrak: Benih merupakan alat utama regenerasi sebagian besar tanaman berkayu dan berperan sebagai delivery sistem dalam transfer materi genetik dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Perbedaan jenis, genetik, dan tempat tumbuh menyebabkan perbedaan karakter yang berpengaruh terhadap teknik penangannya dalam hal pengadaan benih untuk regenerasi buatan. Berdasarkan potensi fisiologisnya, karakteristik benih dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu: benih ortodok, intermediate, dan rekalsitran. Secara umum teknologi perbenihan meliputi aspek pengumpulan benih, pengolahan, pengujian, penyimpanan, dan perkecambahan benih. A) Teknik pengumpulan buah: 1) pengumpulan buah di lantai hutan, 2) penggoyangan pohon, dan 3) pemanjatan/pemetikan. B) Teknik Pemrosesan benih: 1) ekstraksi benih (ekstraksi bash dan kering); 2) seleksi/sortasi benih; 3) pengujian benih; 4) penyimpanan benih. C) Teknik Perkecambahan terdiri dari dormasi dan perlakuan pendahuluan: perendaman dalam air, perendaman dalam zat kimia, perlakuan skarifikasi, perlakuan stratifikasi, perkecambahan, pengujian perkecambahan secara langsung, pengujian perkecambahan secara tidak langsung, viabilitas benih. 10 jenis tanaman hutan andalan daerah:1) Merbau (Intsia bijuga O.Ktze): Aceh, Sematera Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, NTB, Maluku, dan Irian Jaya; 2) Kenari (Canarium indicum L.): Sulawesi Tenggara dan NTB; 3) Sawokecik (Manilkara kauki L.Dubard): Bali dan NTB; 4) Panggal buaya (Zanthoxyllum rhetsa (Roxburgh)DC): Bali; 5) Takir (Duabanga moluccana BL.): NTB dan Maluku; 6) Jelutung rawa (Dyera polyphylla (Miq.); Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah; 7) Suren (Toona sinensis (Blume) Merr.): Sumatera Barat; 8) Pulai (Alstonia scholaris (L) R.Br.): Sumatera Utara; 9) Kayu afrika (Maesopsis emenii Engl.): Jawa Barat; dan 10) Nyatoh (Palaquium sp.): Bangka.
| 156 | NAN s/BUK-7/630*232.3 | Perpustakaan "R.I. Ardi Koesoema" | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain