KELEMBAGAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MIKRO (DAS MIKRO) WONOSARI,KABUPATEN TEMANGGUNG1
ABSTRAK
Salah satu permasalahan dalam pengelolaan Mikro DAS adalah penataan kelembagaannya. Permasalahan tersebut dimulai dari kategorisasi sifat dasar sumberdaya alam di dalam DAS berdasarkan perspektif kelembagaan. Konsekuensinya adalah konflik kepentingan diantara individu dalam transaksi pertukaran sumberdaya. Tujuan tulisan ini adalah mengkaji kelembagaan pengelolaan Mikro DAS Wonosari, Kabupaten Temanggung. Metode deskriptif research diterapkan dalam kajian ini. Kajian ini meliputi: 1). desk analysis tentang penggunaan lahan kemudian dilakukan ground check dan analisis sifat dasar SDA dalam Mikro DAS berdasarkan perspektif kelembagaan, 2). pengumpulan informasi tentang organisasi baik formal-maupun informal dalam pengelolaan Mikro DAS Wonosasri, 3). desk analisis tentang peraturan yang terkait dengan Perundang-undangan Pengelolaan DAS, 4).wawancara dan Focus group discussion tentang implementasi pengelolaan DAS dan kebiasaan petani mengelola lahan dalam Mikro DAS Wonosari, dan 5). analisis sifat kognitif masyarakat dalam mengelola SDA Mikro DAS Wonosari. Hasil kajian menunjukkan bahwa hampir seluruh sumberdaya alam di Mikro DAS Wonosari merupakan barang privat kecuali kawasan hutan lindung bagian hulu, di kaki Gunung Sumbing yang dikelola Perum Perhutani. Organisasi yang terkait dengan pengelolaan Mikro DAS Wonosari yakni: Bappeda Kabupaten Temanggung, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo Yogyakarta, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Temanggung, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Temanggung, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Temanggung, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Temanggung, Kecamatan Bulu, 17 Desa di dalam Mikro DAS
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain