Hutan tanaman Acacia mangium : pengembangan permasalahan dan upaya peningkatan produktivitas
Tanaman Acacia pertama-tama diperkenalkan kepada masyarakat sebagai tanaman penghijauan pada tahun 70-an. Mula-mula jenis Acacia ini ditanam pada lahan-lahan kritis, yang ditumbuhi alang-alang, karena pertumbuhannya cepat, tajuknya rimbun dan anakannya banyak sehingga Acacia dapat menekan pertumbuhan alang-alang bahkan akhirnya alang-alang bisa mati. Pada saat ini negara-negara yang sudah menanam A. mangium antara lain : Indonesia, Malaysia, Vietnam, Cina, Pilipina, Thailand, Laosdan Papua Nugini. Sebagai jenis pendatang baru, silvikultur A. mangium belum banyak diketahui. Tetapi pengalaman di Sumatera Selatan sepuluh tahun terakhir menunjukkan bahwa silvikultur A. mangium sangat mudah dan sederhana. Hingga saat ini relatif belum ada kasus kerusakan tegakan A. mangium karena serangan hama dan atau penyakit yang sifatnya eksplosif. Namun demikian perlu diingat, tegakan tanaman semacam A. mangium yang umumnya diusahakan secara monokultur menyimpan potensi adanya serangan hama penyakit sewaktu-waktu. Beberapa jenis hama dan penyakit ditemukan menyerang A. mangium, baik dengan pola serangan yang terjadinya secara musiman (seperti Xyleborus sp.) maupun terus-menerus (ulaaat kantung). Agar tanaman memiliki produktivitas yang tinggi sangat diperlukan riset-riset, antara lain untuk menunjang pengembangan hutan tanaman adalah hutan klon yaitu suatu bentuk hutan tanaman berproduktivitas tinggi yang dibangun melalui kombinasi antara pembiakan vegetatif dan penggunaan bahan tanaman yang memiliki mutu sifat keturunan yang tinggi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain