Sifat pemesinan lima jenis kayu dolok diameter kecil dari Jambi
Tulisan ini mengemukakan hasil studi sifat pemesinan beserta kemungkinan pemanfatannya berdasarkan sifat-sifat tersebut. Pengamatan dilakukan terhadap lima jenis kayu diameter kecil yaitu mahang (Macaranga pruinosa Muell. Arg.), medang kuning (Litsea sp.), bayur (Pterospermum diversifolium BI.), balam merah (Palaquium gutta Baill.), dan merkubung (Macaranga gigantea Muell. Arg.) yang berasal dari hutan alam di Jambi. Pengerjaan menggunakan standar LPHH (1976) dan ASTM D 1666-64 yang dimodifikasi. Hasil studi menunjukkan bahwa dalam hal penyerutan kayu mahang, medang, balam, dan merkubung termasuk kelas pemesinan I sedangkan bayur termasuk kelas pemesinan II. Dalam hal pembentukan, mahang dan balam termasuk kelas pemesinan I, bayur dan merkubung kelas pemesinan II (baik) dan medang termasuk kelas III (sedang). Untuk pembubutan, balam termasuk kelas I dan mahang kelas V. Sedangkan medang, bayur, dan merkubung termasuk kelas II. Kayu medang dan bayur termasuk kelas pemesinan II dalam pemboran, balam kelas III, serta mahang dan merkubung kelas IV. Semua jenis kayu memiliki kelas pemesinan I dalam hal pengampelasan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain