Analisis teknis dan Ekonomis produksi arang aktif industri pedesaan
Tujuan penelitian adalah produksi arang aktif pada tungku hasil rekayasa dari 5 jenis bahan baku yang berpotensi tinggi dan sebagai proto tipe pembuatan arang aktif bagi pengrajin atau skala industri pedesaan yang layak secara teknis, ekonomis, dan lingkungan. Parameter untuk analisa teknis meliputi pembuatan arang dari kayu bakau, mangium, tusam dan tempurung kelapa analisis bahan baku daari arang tersebut ditambah dengan arang campuran dari pasar, proses aktifasi pada bahan baku arang dengan uap air tekanan 0,25 bar dan udara pada tekanan 4 - 5 atmosfir pada kisaran suhu 705 - 805 derajat C dan analisis bilangan iod untuk mutu arang aktif. Untuk kajian ekonomis, parameternya meliputi harga peralatan yang digunakan, biaya produksi, haaarga arang aktif dan lain-lain. Sebagai pembanding kualitas digunakan arang aktif serbuk gergaji dan tempurung kelapa asal industri. Hasil penelitian sebagai berikut : Rendemen arang aktif yang paling tinggi pada bakau 77 persen kemudian tempurung kelapa (73 persen) diikuti mangium dan jenis campuran (66 persen) dan yang paling rendah rendemen arang aktif tusam (58 persen). Bilangan iod pada kisaran 472 - 722 mg/g dimana yang paling tinggi pada arang aktif tempurung kelapa dan yang paling rendah pada bakau. Peningkatan bilangan iod dari arang tempurung kelapa sebesar 6 kali adalah yang paling tinggi, kemudian jenis campuran 3,98 kali, tusam 3,39 kali dan yang paling rendah arang bakau dan mangium yaitu 2,45 kali. Dibandingkan dengan persyaratan arang aktif Standar Nasional Indonesia, produksi diatas belum memenuhi syarat oleh karena bilangan iodnya lebih kecil dari 750 mg. Bila dibandingkan dengan kualitas arang aktif tempurung kelapa asal industri, hasil penelitian produksi arang aktif tempurung kelapa (722 mg/g) menunjukkan bilangan iod yang lebih tinggi. Demikian pula arang aktif jenis campuran masih lebih tinggi (654 mg/g) dari jenis lainnya tetapi lebih rendah dari arang aktif tempurung kelapa dan serbuk gergaji asal industri. Tungku arang aktif terdiri dari reaktor baja tahan karat volume 120 liter untuk proses aktifasi pada kapasitas produksi rata-rata 10 kg/hari menggunakan bahan baku arang dan kayu bakar sebagai bahan bakarnya merupakan prototipe produksi arang aktif untuk dikembangkan pengrajin atau industri pedesaan skala kecil. Proses pembuatannya tidak berpengaruh pada lingkungan karena uap/gas yang keluar selama aktifasi dibakar pada dapur dari tungku. Secara ekonomis produksi arang aktif terutama jenis tempurung kelapa pada kapasitas produksi 250 kg/bulan dengan umur teknis 5 tahun dan harga jualnya Rp 6000,- per kg dapat memberi keuntungan sebanyak 5,5 persen per bulan sedang produksi arang campuran belum mendapat keuntungan. Baru pada tahun ke enam keuntungan dapat diperoleh sebanyak 2,3 persen. Pada tahun itu juga keuntungan dari arang aktif tempurung kelapa akan meningkat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain